Ibu-Ibu Gelar Aksi Piknik di Kantor BGN, Tuntut STOP MBG!

Sejumlah ibu-ibu dan perempuan dari wilayah Jabodetabek gelar aksi dan piknik di halaman Kantor BGN/Foto Fifi Abdurahman Sejumlah ibu-ibu dan perempuan dari wilayah Jabodetabek gelar aksi dan piknik di halaman Kantor BGN/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Sejumlah ibu-ibu dan perempuan dari wilayah Jabodetabek menggelar aksi dan piknik di halaman Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Rabu (15/10). Mereka menuntut pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari pantauan GPriority, para peserta mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB. Mereka datang membawa poster, bekal makan siang, serta perlengkapan piknik sederhana seperti tikar, payung, dan topi.

Poster-poster yang dibawa para peserta aksi memuat beragam tuntutan yang ditulis dengan huruf besar dan warna mencolok. Di antara yang paling menonjol adalah seruan “STOP MBG!” yang menjadi inti pesan mereka. Selain itu, para peserta juga mendesak pemerintah untuk melakukan audit independen menyeluruh terhadap program dan anggaran MBG, agar pelaksanaannya lebih transparan dan akuntabel.

Tak hanya itu, mereka juga menekankan pentingnya menjaga kualitas, keamanan, serta martabat anak sebagai penerima manfaat program. Sementara di beberapa poster lain, tertulis permintaan agar pemerintah melibatkan ahli gizi yang kredibel dan profesional dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan program tersebut.

Berbeda dari aksi pada umumnya, massa tidak melakukan orasi. Mereka memilih duduk diam sambil menikmati bekal yang dibawa, sembari memegang poster tuntutan. Aksi diam ini, kata mereka, merupakan bentuk puncak dari kemarahan dan kekecewaan terhadap pelaksanaan program MBG. 

“Karenakan, selama ini anak-anak kita sekolah itu kan dengan riang gembira, mereka senang ketika mendapatkan Makan Begizi Gratis, tetapi mereka tidak membayangkan bahwa program populis itu kan selalu menarik buat publik. Meskipun kita harus waspada terhadap program populis. Ternyata betul terjadi gak benar, ada yang keracunan,” kata salah satu peserta aksi, Ririn kepada wartawan.

Ibu-ibu gelar aksi piknik di BGN/Foto Fifi Abdurahman

Menurut Ririn, konsep aksi piknik ini dipilih sebagai simbol perlawanan yang lembut namun bermakna.

“Nah, ini yang menurut saya menjadi simbol. Yuk kita bawa makanan yang bergizi, kita lakukan piknik, kita langsung di jantung penguasanya. Dalam hal ini adalah institusi. Kita senang-senang aja, kita gak mau bikin wah ya gedor-gedor, kita marah-marah. Tapi bahasa simbol ini dan bahasa makanan sama warna-warna piknik ini adalah cara, yang kita sebut cara family, cara ibu-ibu, cara anak-anak sekolah gitu,” ucapnya.

Ririn juga mengungkapkan alasan aksi tidak digelar di depan Istana Negara.

“Terus, kenapa gak di istana? Kita juga sudah melakukan aksi juga, baik bersama dengan forum kamisan maupun dengan kawan-kawan di tempat lain. Kita mendengar bahwa statement presiden pun ya kan hanya sekian dari sekian penduduk. Itu menunjukkan empati yang jauh terhadap korban. Karena satu warga negara pun itu berdampak terhadap sejumlah warga negara kita,” pungkasnya.

Pewarta : Fifi Abdurahman