8,8 Ribu Remaja Putri di Karawang Kena Anemia Gegara Doyan Makan Bakso dan Seblak!

8,8 Ribu Remaja Putri di Karawang Kena Anemia Gegara Doyan Makan Bakso dan Seblak! 8,8 Ribu Remaja Putri di Karawang Kena Anemia Gegara Doyan Makan Bakso dan Seblak!

Jakarta, GPriority.co.id – Bakso dan seblak merupakan dua makanan berkuah yang menjadi favorit banyak orang.

Terutama bagi mereka yang doyan makanan pedas, bakso dan seblak seringkali dijadikan pilihan bahkan menjadi makanan keseharian yang rutin dimakan.

Padahal bakso dan seblak tidak boleh dimakan terlalu sering, mengingat kandungan gizinya yang kurang dan tidak tergolong sebagai makanan sehat.

Belum lama ini, menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan bahwa sebanyak 8,8 ribu remaja putri mengalami anemia akibat pola makan yang tidak sehat.

Dari data tersebut ditemukan bahwa mereka sering mengonsumsi jajanan khas Sunda, bakso, dan seblak.

Setelah dilakukan skrining pada 33.106 remaja putri sepanjang 2024, ditemukan 8.861 kasus anemia, dengan rincian 346 kasus anemia berat, 3.268 anemia sedang, dan 5.247 anemia ringan.

Secara lebih rinci, penyebab utamanya meliputi kekurangan nutrisi, rendahnya asupan serat, dan menstruasi yang terlalu banyak.

Dinkes Kabupaten Karawang Luncurkan Program Gres Kece

Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinkes Kabupaten Karawang kemudian meluncurkan program Gerakan Remaja Sehat, Keren, dan Cerdas (Gres Kece).

Lewat program Gres Kece, disalurkan tablet tambah darah kepada remaja sesuai tingkat keparahan anemia-nya.

Sebagai informasi, anemia disebabkan oleh kurangnya sel darah merah sehat. Anemia dapat mengganggu distribusi oksigen dalam tubuh, dan menyebabkan beberapa gejala kesehatan.

Diantaranya seperti menyebabkan gejala seperti kelelahan, kulit pucat, dan sesak napas. Jika tidak ditangani lebih lanjut, kondisi tersebut dapat memicu komplikasi serius.

Ilustrasi anemia/Foto : Healthy Doc

Untuk pencegahan dan pengobatan anemia, dapat dimulai dengan pola makan sehat yang kaya zat besi, vitamin B12, dan asam folat, seperti daging merah, bayam, dan sereal fortifikasi.

Hingga saat ini Dinkes Kabupaten Karawang terus berupaya meningkatkan kesadaran melalui program edukasi dan distribusi tablet tambah darah, demi mencegah dampak buruk anemia pada generasi muda di daerah tersebut.

Foto : Ilustrasi/Cookpad