Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini, aplikasi Grok, layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) milik platform X, viral di Tanah Air.
Pasalnya, Grok AI disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengubah foto seseorang, khususnya perempuan, menjadi konten tidak senonoh yang kemudian disebarkan di media sosial.
Tindakan tersebut mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas dengan melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok.
Lantas, apa itu Grok AI?
Dikutip dari X Help Center, Minggu (11/1), Grok merupakan asisten AI yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, hingga mencetuskan ide. Grok tersedia bagi pengguna X dan didukung oleh model bahasa besar (large language model/LLM) tercanggih milik xAI.
Terinspirasi dari The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy dan JARVIS dalam film Iron Man, Grok dirancang untuk menjawab hampir semua pertanyaan dengan sentuhan kecerdasan dan humor, sekaligus memberikan respons yang informatif dan penuh wawasan.
“Grok memiliki sifat nyeleneh dan sudut pandang luar terhadap kemanusiaan, menjadikannya teman yang unik dan menghibur,” tulis X.
Dalam pengoperasiannya, X dapat membagikan data pengguna kepada xAI, seperti profil publik, unggahan publik, konten populer, tingkat keterlibatan, serta minat pengguna. Data tersebut juga mencakup cara pengguna berinteraksi dengan Grok, termasuk input yang diberikan dan hasil yang diterima.
Jika pengguna berinteraksi menggunakan masukan suara, Grok akan menyalin atau menerjemahkan masukan tersebut. Masukan suara, transkripsi, maupun terjemahannya dapat dibagikan kepada xAI.
“Data ini membantu kami mempersonalisasi interaksi Anda dengan Grok, menjadikannya lebih relevan dan menarik. Ini berarti Grok dapat lebih memahami preferensi dan konteks Anda, menyediakan asisten AI yang lebih disesuaikan dan efektif yang dirancang khusus untuk Anda,” jelasnya.
Meski demikian, pengguna tetap memiliki kendali untuk mengatur kapan data mereka digunakan dalam proses personalisasi Grok dan model AI lainnya yang dikembangkan oleh xAI melalui pengaturan privasi.
