Gandeng Kementerian dan Lembaga, BRIN Selaraskan Arah Riset dan Pembangunan Nasional

Kepala BRIN Arif Satria bersama jajaran menteri yang hadir dalam agenda FKRI 2026 pada Senin (19/1) di Jakarta/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Kepala BRIN Arif Satria bersama jajaran menteri yang hadir dalam agenda FKRI 2026 pada Senin (19/1) di Jakarta/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng kementerian dan lembaga, menggelar agenda kick-off meeting Forum Komunikasi Riset Inovasi (FKRI) 2026, pada Senin (19/1).

Berdasarkan pantauan GPriority, agenda FKRI 2026 dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.

Ditemui wartawan saat sesi doorstop, Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut FKRI 2026 bertujuan untuk menyelaraskan arah riset BRIN dengan prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN.

“Kemudian kedua, memperkuat sinergi lintas sektor agar ekosistem inovasi kita semakin solid dan mampu meningkatkan indeks inovasi pemerintah. Yang ketiga menciptakan solusi berkelanjutan bagi permasalahan bangsa demi mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujar Arif.

Adapun perwakilan kementerian juga menyampaikan beberapa pandangan terkait agenda-agenda riset BRIN. Arif berharap, nantinya dapat terbentuk kebijakan kementerian dan lembaga yang berbasis sains-based policy. Selain itu, BRIN juga diharapkan dapat ikut mensukseskan program-program pembangunan yang dijalankan kementerian dan lembaga.

Menko PMK Pratikno pun memberikan apresiasi kepada BRIN yang telah mendukung terbentuknya kebijakan kementerian dan lembaga yang berbasis data dan sains.

“Kami dari pemerintah yang melaksanakan eksekusi kebijakan sangat menyambut baik dukungan dari BRIN, sehingga bisa memberikan arah berbasis data dan sains, agar policy kita lebih akurat, lebih presisi, memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat kini dan ke depan. Tentu saja mengakselerasi pembangunan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.

Sementara Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, menyebut Kementerian Transmigrasi sebagai salah satu kementerian yang membuat kebijakan dengan berbasis penelitian.

“Beliau juga yang lulus terbaik di angkatannya ada waktu itu. Jadi terima kasih beliau sudah bergabung di Kabinet Merah Putih,” puji Rachmat kepada Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang berdiri di sampingnya.

Iftitah menyebut, pihaknya membutuhkan bantuan BRIN untuk sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan target Indonesia Emas 2045.

Begitupun dengan Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, yang berharap dengan adanya FKRI 2026, Indonesia dapat mempunyai teknologoi yang baik untuk mendukung kemandirian dalam mengelola sumber daya alam yang ada.

“Tadi Pak Kepala BRIN Juga sudah berbicara mengenai hilirisasi. Kenapa hilirisasi? karena kita mau punya kemandirian terhadap sumber daya alam yang ada. Maka kita juga butuh partner teknologi selain investasi kapital itu sendiri,” ungkap Todotua.

Di akhir, Wamendagri Ribka Haluk melaporkan saat ini pihaknya tengah mendorong kerja sama dengan BRIN untuk melakukan inovasi dan riset tentang kajian pemerintahan di daerah.

“Kami pemerintah sangat membutuhkan adanya riset dan juga inovasi rekomendasi kepada pemerintah daerah, supaya pemerintah daerah dapat melaksanakan semua kebijakan yang berbasis pada riset dan teknologi, baik masa kini dan masa akan datang, menjemput Indonesia Emas 2045,” tandasnya.