Gagas Gentengisasi, Prabowo: Saya Ingin Semua Atap Indonesia Pakai Genteng

Presiden Prabowo Subianto soal gentengisasi/Foto Tangkpan Layar YouTube Presiden RI

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto berencana menggulirkan gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat, atau yang ia sebut sebagai program “gentengisasi”, untuk memperindah wajah permukiman di Indonesia.

Menurut Prabowo, penggunaan atap seng masih mendominasi rumah-rumah di berbagai daerah. Selain dinilai kurang enak dipandang, atap seng juga membuat rumah terasa lebih panas dan mudah berkarat.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Presiden Prabowo, dalam Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) di Bogor, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, program ini akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi. Koperasi nantinya akan dilengkapi dengan pabrik genteng skala lokal dengan peralatan yang relatif terjangkau.

Bahan baku genteng pun dinilai mudah diperoleh karena berasal dari tanah liat yang dapat dicampur dengan bahan lain agar lebih ringan dan kuat.

“Jadi nanti Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat,” jelas Prabowo.

Prabowo menegaskan, pemerintah akan memberikan dukungan penuh sebelum dan sesudah pelaksanaan program gentengisasi. Ia juga mengajak para kepala daerah untuk berpartisipasi aktif.

“Kita akan bantu saudara, sebelum gentengisasi, sesudah gentengisasi. Ini serius ya, Bupati, Wali Kota, yang tidak mau kotanya indah, terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah,” tegas Prabowo.

Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah permukiman di Indonesia bisa berubah menjadi lebih rapi dan indah, serta terbebas dari atap-atap seng berkarat yang dinilainya sebagai simbol ketertinggalan.