Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah penelitian terbaru mencoba menyelami dampak pola asuh ayah dibandingkan pola asuh ibu, terutama bagi kesehatan anak di tahun-tahun awal kehidupan mereka.
Dilansir dari NY Post, penelitian ini menggunakan data dari proyek Family Foundations Penn State yang meneliti 399 keluarga di AS, terdiri dari ibu, ayah, dan anak pertama mereka. Sebagian besar memiliki pendapatan serta pendidikan di atas rata-rata.
Para peneliti mengunjungi rumah keluarga yang memiliki anak berusia rentang 10-24 bulan, serta merekam sesi bermain singkat bersama kedua orang tua mereka. Peneliti kemudian membandingkan pola asuh ibu dan ayah anak tersebut berdasarkan beberapa faktor seperti kehangatan, daya tanggap, serta pilihan sesi bermain yang sesuai dengan usia anak mereka, begitupun dengan dinamika pengasuhan bersama (ketika orang tua bersaing mendapatkan perhatian anak mereka).
Bertahun-tahun kemudian, ketika anak-anak tersebut berusia 7 tahun, para peneliti kembali mengumpulkan sampel darah kering yang kemudian digunakan untuk mengukur empat indikator kesehatan jantung dan metabolisme, meliputi kolesterol, hemoglobin terglikasi (HbA1c), yang mencermikan kadar gula darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan, Interleukin-6 (IL-6), pembawa pesan sistem kekebalan tubuh yang berkaitan dengan peradangan, serta Protein C-reaktif (CRP) penanda peradangan yang diproduksi oleh hati.
Peneliti menemukan bahwa pola asuh seorang ayah tercermin bertahun-tahun kemudian dalam tubuh anaknya.
“Tidak akan ada yang terkejut mengetahui bahwa memperlakukan anak-anak Anda dengan tepat dan penuh kehangatan itu baik untuk mereka,” kata Hannah Schreier , profesor madya kesehatan biobehavioral dan penulis senior studi tersebut.
“Namun, mungkin mengejutkan banyak orang bahwa perilaku seorang ayah sebelum bayi cukup besar untuk membentuk ingatan permanen dapat memengaruhi kesehatan anak tersebut ketika mereka berada di kelas dua,” lanjutnya.
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan tumbuh besar di lingkungan keluarga yang penuh konflik dengan masalah kesehatan pada anak-anak termasuk obesitas, peradangan, dan kesulitan mengatur kadar gula darah. Namun sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada ibu.
Ketika para peneliti meneliti pola asuh ibu, mereka tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kehangatan ibu atau gaya pengasuhan bersama pada masa bayi dan ukuran kesehatan anak beberapa tahun kemudian. Kendati demikian, bukan berarti pola asuh ibu tidak memiliki pengaruh.
“Setiap anggota keluarga sangat penting,” kata Alp Aytuglu, seorang peneliti pascadoktoral di Penn State dan penulis utama studi tersebut.
“Ibu seringkali menjadi pengasuh utama, dan anak-anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan paling pesat. Intinya di sini adalah bahwa dalam keluarga dengan ayah di rumah tangga, ayah memengaruhi lingkungan dengan cara yang dapat mendukung atau bisa juga merusak kesehatan anak selama bertahun-tahun mendatang,” lanjutnya.
Meskipun sebagian besar pria dan wanita mengatakan bahwa pengasuhan anak harus dibagi secara merata, penelitian menunjukkan bahwa para ibu masih menghabiskan hampir dua kali lebih banyak waktu untuk merawat anak-anak mereka daripada para ayah.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa anak-anak dengan ayah yang terlibat dan penuh kasih sayang cenderung kurang agresif, lebih stabil secara emosional, dan memiliki harga diri yang lebih tinggi, keterampilan sosial yang lebih baik, dan kepercayaan diri yang lebih besar.
