Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku bahagia dengan capaian pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada Triwulan IV 2025 yang mencapai 5,71 persen.
Menurut Pramono, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
“Dalam rilis BPS beberapa hari yang lalu, Jakarta di tahun 2025 ini tumbuh 5,21 persen, tumbuh di atas rata-rata nasional 5,11 persen. Dan bagi saya dan Pak Wagub dan juga jajaran Balai Kota yang paling menggembirakan adalah di kuartal keempat kita bisa tumbuh 5,71 persen,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
Ia menilai momentum Nataru 2025/2026 memberikan dampak signifikan terhadap pola belanja masyarakat.
“Artinya kenapa bisa tumbuh tinggi itu? Karena kegiatan yang kita lakukan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru secara signifikan mempengaruhi pola masyarakat di dalam membelanjakan uangnya,” tambahnya.
Hal tersebut, lanjut Pramono, terbukti pada 12 Januari 2026 saat Pemprov DKI Jakarta menggelar pertemuan dengan para pelaku dunia usaha. Dalam kegiatan tersebut, total transaksi yang tercatat mencapai Rp15,25 triliun.
Menurutnya, capaian itu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta, yang pada triwulan ketiga berada di kisaran mendekati 5 persen dan kemudian melonjak jauh di atas 5 persen pada triwulan keempat.
Pramono juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan pada tahun 2025, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional kembali mencapai 16,61 persen.
“Tentunya kontribusi yang cukup tinggi adalah hal yang berkaitan dengan penyediaan akomodasi dan makan minum yang berkali-kali kami berikan insentif pembebasan dan sebagainya. Ketika diberikan ternyata pertumbuhannya malah menjadi lebih baik. Yang kedua adalah transportasi dan pergudangan dan berikutnya adalah jasa lainnya,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan tingkat inflasi yang lebih rendah dari sasaran pemerintah pusat, yakni sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta merilis sejumlah indikator ekonomi dan sosial, meliputi Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Triwulan IV 2025, Profil Kemiskinan September 2025, serta Keadaan Ketenagakerjaan November 2025, Kamis (5/2).
Hasil rilis tersebut menunjukkan kinerja ekonomi DKI Jakarta tetap tumbuh positif pada akhir 2025. Secara year-on-year (y-on-y), pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,71 persen, meningkat dibandingkan Triwulan IV 2024. Sementara secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi DKI Jakarta tumbuh 3,41 persen dibandingkan Triwulan III 2025.
Sepanjang 2025, total nilai ekonomi yang tercipta di Jakarta tercatat sebesar Rp3.926,15 triliunberdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB). Sementara PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp2.263,24 triliun.
Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada 2025 terutama ditopang oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang berkontribusi 0,88 persen, diikuti sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,85 persen, serta jasa perusahaan sebesar 0,64 persen. Sektor lainnya secara kumulatif menyumbang pertumbuhan sebesar 2,84 persen.
