Jakarta, GPriority.co.id – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memberikan potongan 50 persen tarif jasa penumpang pesawat (PJP2U) selama periode Angkutan Lebaran 2026 / Idul Fitri 1447 H.
Kebijakan ini terasa langsung di harga tiket. Karena itu, biaya bandara sebenarnya termasuk komponen yang dititipkan di dalam tiket pesawat jadi ketika tarifnya dipotong, harga tiket ikut turun.
Program ini merupakan bagian dari arahan pemerintah untuk membantu masyarakat tetap bisa mudik tanpa beban biaya transportasi yang terlalu tinggi.
Agar bisa menikmati tiket pesawat lebih murah saat mudik Lebaran 2026, masyarakat perlu memperhatikan periode berikut:
Periode beli tiket:
10 Februari – 29 Maret 2026
Periode terbang:
14 Maret – 29 Maret 2026
Program ini berlaku untuk penerbangan domestik reguler maupun extra flight (penerbangan tambahan Lebaran). Artinya, semakin cepat membeli tiket dalam periode tersebut, peluang mendapatkan harga lebih rendah semakin besar.
Tak hanya penumpang, operator bandara juga memberikan potongan biaya operasional maskapai seperti pendaratan, parkir, dan penyimpanan pesawat.
Dampaknya cukup signifikan, antara lain, biaya operasional maskapai turun, maskapai lebih mudah membuka penerbangan tambahan, kursi penerbangan Lebaran bertambah dan risiko tiket mahal berkurang.
Dengan demikian, peluang kehabisan tiket saat puncak arus mudik bisa ditekan.
Diskon PJP2U ini berlaku di seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports, termasuk sejumlah bandara utama seperti, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandar Udara Internasional Juanda, Bandar Udara Husein Sastranegara hingga Yogyakarta International Airport.
Secara total, program ini mencakup 37 bandara yang tersebar di enam regional operasional di seluruh Indonesia.
Setiap tahun, harga tiket pesawat saat musim mudik menjadi salah satu keluhan utama masyarakat. Kebijakan diskon biaya bandara ini dinilai strategis karena berdampak langsung pada harga tiket dan kapasitas penerbangan.
Manfaatnya bagi publik antara lain, Harga tiket lebih terjangkau, Pilihan jadwal penerbangan bertambah, Tekanan mudik jalur darat berkurang dan Perjalanan lebih aman dan nyaman
Dengan kata lain, kebijakan ini bukan sekadar promo musiman, tetapi bagian dari strategi untuk meratakan arus mudik Lebaran 2026 sekaligus mengurangi kepadatan di jalur darat.
