Jakarta, GPriority.co.id – Di tengah kondisi perekonomian yang tidak stabil saat ini, industri HORECA (Hotel, Restaurant, dan Cafe atau Catering), menjadi salah satu industri yang paling berdampak.
Terlebih di tahun 2025 kemarin, menjadi masa-masa sulit bagi industri tersebut. Sebagaimana dilansir dari data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sekitar 60.000 pekerja telah terkena PHK dalam dua bulan pertama di tahun 2025.
Begitupun ancaman badai PHK yang juga hadir pada industri perhotelan di tanah air, berkat adanya penurunan tingkat okupansi yang signifikan. Untuk mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi industri perhotelan saat ini, GPriority pun berkesempatan mewawancarai Corporate Director of Sales & Marketing Lorin Hotels Group, M. Andi Safnoor.
Meskipun menemui beberapa kendala terkait demand dan hal-hal lainnya, Andi menyebut di tahun 2025 Lorin mampu mencapai target.
“Sampai di 2025 alhamdulillah untuk target kita lumayan tercapai. Mungkin ada sedikit kendala di beberapa hal yang terkait demand dan segala macem. Kita tahu untuk di 2025 ini lumayan challenging untuk seluruh hotel di Indonesia, ya,” ungkapnya kepada GPriority saat diwawancarai di Mangkuluhur Residences by Lorin, Jakarta.
Setelah mendapat banyak insight di 2025, Andi menekankan pihaknya kini lebih bijak untuk menghadapi tahun 2026.
“Karena di 2025 kita benar-benar saat itu membuat budget itu sangat optimis. Cuma ternyata banyak kejadian di 2025 ini yang diluar dari ekspektasi, yang membuat kita harus memikirkan lagi untuk 2026 hari lebih wise. Karena di 2025 kita sangat agresif,” lanjutnya.
Lebih lanjut, menurut Andi, meski di tahun 2026 ini Lorin Hotels Group tetap menggunakan strategi untuk revenue management yang agresif, namun dalam eksekusinya ‘lebih sehat’.
Punya 2 Jenis Properti Berbeda
Sebagai informasi, Lorin Hotels Group sendiri merupakan jaringan hotel yang memegang teguh tradisi keramahan Indonesia. Telah berdiri selama hampir lebih dari 30 tahun, brand ini dirancang tetap relevan bagi tamu dan pemilik properti.
Tersebar hampir di seluruh Indonesia, Lorin Hotels Group memiliki dua jenis properti, Hotel Lorin dan Managed by Lorin. Lalu, apa perbedaannya?
“Kita ada managed by dan franchise. Jadi untuk yang managed by saat ini kita mengoperate full hotel itu sampai ke bagian keuangan dan lain-lainnya. Untuk franchise kita hanya terfokus pada bagian marketing. Jadi kita membantu owner hotel dalam bagian penjualan saja. Tapi ya pastinya lebih terjangkau untuk misinya,” jelas Andi.
Lorin Hotels Group sendiri memiliki visi-misi untuk berusaha menjadi rekan bagi owner hotel, ‘berdiri di satu sisi, satu sama satu’. Sehingga, antara Lorin Hotels Group dengan owner hotel saling mengerti peran dan tanggung jawab masing-masing.
“Baik owner ataupun operator untuk mencapai goals yang sama. Yaitu profit. Jadi kita berkembang bersama dengan owner untuk mencapai tujuan profit bersama-sama. Jadi visi-misi kita adalah menjadi rekan yang baik, skemanya win-win solution,” tutur Andi.
Kembali berbicara soal strategi bisnis di 2026, Lorin Hotels Group akan terfokus pada pengembangan bisnis dan terus tetap menjaga kualitas produk yang ada, meskipun tetap akan menghadapi challange yang berat. Andi memberi contoh, seperti kondisi pariwisata yang terjadi di Bali saat ini.
“Memang untuk pariwisata sangat-sangat berkurang. Karena banyak wisatawan lokal sekarang lebih memilih tempat lain dibanding di Bali. Ya, mungkin ke depan kita berharap untuk Bali ini bisa kembali ke kejayaan sebelumnya,” harap Andi.
Strategi lainnya yang dilakukan Lorin Hotels Group adalah dengan melakukan shifting market.
Mangkuluhur Residences by Lorin: ‘Feels Like Home’
Di sisi lain, berbicara soal salah satu properti Lorin Hotels Group yang ada di Jakarta, Mangkuluhur Residences by Lorin, merupakan produk dari Lorin Hotels Group yang baru berdiri di tahun 2024.
Berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Mangkuluhur Residences by Lorin berdiri tepat di samping Lippo Nusantara Mall. Sehingga, lokasinya terbilang sangat strategis, bahkan dikelilingi banyak corporate, rumah sakit, juga universitas.
“Jadi kalau menginap di sini kemana-mana itu sudah pasti gampang. Karena untuk ke Bandara Soekarno-Hatta itu cuma sekitar 45 menit. Lalu untuk ke Halim, mungkin sekitar 30 menit saja. Semua akses itu mudah. Satu lagi kelebihan dari Mangkuluhur Residences ini karena kita punya kamar itu paling kecil itu ada 53 m2, dibandingkan dengan hotel biasanya 28-30 m2,” imbuhnya.
Kelebihan lainnya, di setiap kamar juga dilengkapi dengan bathub di kamar mandi dan berbagai fasilitas menarik lain, termasuk service apartemen berbintang lima. Oleh karenanya, dapat dipastikan sangat cocok bagi tamu yang ingin mencari keamanan sekaligus ketenangan.
“Yang dicari tamu di sini memang mostly adalah ketenangan. Karena itu Mangkuluhur Residences sendiri kebanyakan tamunya dari Jepang dan Korea. Karena mereka ingin mencari ketenangan. Ada yang menginap sampai dua tahun di sini. Karena mereka senang dengan suasananya. Kayak rumah, nyaman, nggak banyak orang lalu-lalang. Benar-benar kayak tempat istirahat dari hirup pikuk kota. Keamanannya udah pasti nomor satu,” ucap Andi.
Andi menargetkan ke depannya ada penambahan kamar di Mangkuluhur Residences by Lorin tahun ini.
“Saat ini kita ada 62 kamar yang aktif di Mangkuluhur Residence by Lorin. Di tahun ini kita Insya Allah ada di 152,” pungkas Andi.
