Tolak Lepas Hijab, Calon Kadet Unhan Pilih Mundur

Asma Wafa Andina, calon kadet unhan (Universitas Pertahanan) RI yang pilih mundur karena tak bersedia melepas hijabnya/Foto : Dok. Istimewa Asma Wafa Andina, calon kadet unhan (Universitas Pertahanan) RI yang pilih mundur karena tak bersedia melepas hijabnya/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Kisah seorang calon kadet putri Program S-1 Kedokteran Universitas Pertahanan (Unhan) RI yang memilih mengundurkan diri setelah diminta bersedia melepas hijab menjadi sorotan publik.

Calon kadet bernama Asma Wafa Andina tersebut disebut telah mengikuti rangkaian seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unhan Tahun Akademik 2026/2027 hingga dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat.

Persoalan muncul ketika Wafa memastikan kembali ketentuan penggunaan hijab sebelum menandatangani kontrak pendidikan. Dalam unggahannya di media sosial, ia mengaku pertama kali mendapat informasi mengenai kewajiban melepas hijab saat mengikuti wawancara akademik pada 7 Juni 2026.

Wafa mengungkapkan, calon kadet putri yang mengenakan hijab ditanya mengenai kesediaan melepas jilbab apabila dinyatakan lolos. Salah satu pertanyaan yang ia ungkap berbunyi, “Untuk cakadet yang berjilbab, apabila nanti kalian lolos, bersedia melepas jilbab?”

Menurut keterangannya, pengarahan serupa kembali disampaikan dalam sejumlah kegiatan, termasuk pengarahan dan apel malam di Mess Srikandi. Wafa kemudian mempertanyakan dasar aturan tersebut ketika hendak menandatangani kontrak pendidikan pada 24 Juni 2026.

“Mengenai aturan lepas jilbab apakah ada aturan tertulisnya? Karena saya lihat di surat perjanjian tidak ada poin spesifik yang menyebutkan,” demikian pertanyaan Wafa yang dikutip dari unggahan @medicstory.id

Ia menyebut pihak panitia kemudian menjelaskan bahwa tidak terdapat aturan khusus mengenai pelepasan jilbab dalam dokumen perjanjian, tetapi kebijakan tersebut disebut sebagai arahan pimpinan yang telah diterapkan sejak penerimaan angkatan pertama.

Alih-alih melepas hijab, Wafa akhirnya memilih mengundurkan diri. Surat pernyataan pengunduran dirinya tertanggal 24 Juni 2026 mencantumkan alasan “tidak bersedia melepas hijab.” Keputusan tersebut diambil setelah ia menjalani proses seleksi selama beberapa bulan dan dinyatakan lolos.

Dalam pernyataannya, Wafa menegaskan prinsip yang mendasari keputusannya. “Menurut saya hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka,” tegasnya.

Kisah tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, terutama terkait transparansi aturan penggunaan hijab dalam pendidikan di lingkungan Unhan. Sejumlah pemberitaan juga menyoroti pertanyaan mengenai apakah ketentuan tersebut memiliki dasar tertulis dan apakah calon mahasiswa telah memperoleh informasi yang jelas sejak awal proses seleksi.

Kasus ini sekaligus membuka diskusi mengenai hubungan antara pendidikan militer, tata tertib kadet, kebebasan beragama, dan transparansi penerimaan mahasiswa baru.

Namun terlepas dari polemik yang berkembang, keputusan Wafa menjadi perhatian karena ia memilih mempertahankan prinsip pribadi meski harus kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan kedokteran di Unhan.