Sejarah Sholat Tarawih: Berawal Dari Kekhawatiran Nabi Muhammad

Ilustrasi sholat tarawih/Foto : Dok. Shutterstock Ilustrasi sholat tarawih/Foto : Dok. Shutterstock

Jakarta, GPriority.co.id – Setiap malam Ramadan, umat Islam melakukan satu ibadah khusus yaitu sholat tarawih. Sholat ini dilakukan untuk meraih pahala tambahan, terlebih hanya ada di bulan Ramadan.

Namun, tahukah anda bahwa sejarah sholat tarawih sebenarnya bermula dari kekhawatiran Nabi Muhammad hingga akhirnya menjadi praktik berjamaah yang teratur di masa Khalifah Umar bin Khattab?

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini pembahasan lengkap sejarah sholat tarawih dari masa Rasulullah hingga inovasi di era Umar bin Khattab.

Awal Mula Sholat Tarawih di Masa Nabi Muhammad

Sejarah mencatat bahwa sholat Tarawih pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad pada bulan Ramadan. Pada suatu malam, beliau melaksanakan sholat malam (qiyamul lail) di masjid. Beberapa sahabat yang melihat beliau ikut bergabung dan sholat di belakangnya.

Malam berikutnya, jumlah jamaah semakin banyak. Pada malam ketiga atau keempat, semakin banyak sahabat yang datang ke masjid untuk mengikuti sholat berjamaah bersama Rasulullah. Namun, pada malam selanjutnya, Nabi tidak keluar untuk memimpin sholat.

Keesokan harinya, beliau menjelaskan bahwa beliau tidak keluar karena khawatir sholat malam tersebut diwajibkan atas umatnya. Kekhawatiran ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Nabi kepada umat Islam. Beliau tidak ingin memberatkan umat dengan kewajiban tambahan di luar sholat lima waktu.

Sejak saat itu, sholat malam di bulan Ramadan tetap dianjurkan, tetapi dilaksanakan secara sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil, tanpa berjamaah secara rutin di masjid.

Praktik Sholat Tarawih di Masa Abu Bakar

Pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, praktik sholat malam Ramadan tetap seperti pada akhir masa Nabi. Umat Islam melaksanakannya secara individu atau dalam kelompok-kelompok kecil. Tidak ada kebijakan resmi untuk mengumpulkan jamaah dalam satu imam.

Hal ini karena kondisi umat Islam saat itu masih fokus pada stabilitas pasca wafatnya Rasulullah serta berbagai tantangan politik dan sosial.

Perubahan besar dalam sejarah sholat Tarawih terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Suatu malam di bulan Ramadan, Umar melihat kaum Muslimin sholat malam secara terpisah-pisah di masjid. Ada yang sholat sendiri, ada pula yang sholat dalam kelompok kecil dengan imam masing-masing.

Melihat kondisi tersebut, Umar memiliki gagasan untuk menyatukan mereka di bawah satu imam agar lebih teratur dan khusyuk. Beliau kemudian menunjuk Ubay bin Ka’ab sebagai imam sholat Tarawih berjamaah.

Ketika melihat umat Islam sholat berjamaah dengan tertib, Umar berkata, “Ini adalah sebaik-baik bid’ah.” Maksudnya adalah inovasi dalam bentuk pengorganisasian, bukan dalam substansi ibadahnya. Karena pada dasarnya, sholat malam di bulan Ramadan sudah pernah dicontohkan oleh Nabi.
Sejak saat itulah, sholat Tarawih berjamaah di masjid menjadi tradisi yang terus berlangsung hingga sekarang di seluruh dunia Islam.