Parepare, GPriority.co.id – Masyarakat Parepare mulai mengeluhkan tingginya harga Elpiji 3 Kg jelang Idul Fitri, meski banyak dijual ditingkat pengecer tapi harga / 3 Kg nya diatas harga eceran tertinggi (HET).
Keluhan ini disampaikan Mey Sunarty, ibu rumah tangga Kompleks Perumahan Grand Sulawesi Kec.Ujung Kota Parepare Sabtu (7/3).
Menurutnya, harga Gas 3 Kg, (Subsidi) konsumsi rumah tangga ditingkat pengecer terbilang mahal, dari Rp. 23.000 hingga Rp. 25.000 / Tabung.
“Kami mulai susah cari gas Elpiji 3 Kg, stoknya mulai langka, dicari ke Pangkalan, selalu habis, dikarenakan Pangkalan menjual ke tingkat pengecer dengan harga diatas Het” terang Ibu Mey.
Kepala Operasional PT.Luwu Raya Petroleum Gas – SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji) Erwin Arief, mengatakan, Dalam menyambut Perayaan Keagamaan, khususnya Idul Fitri, Pihak SPBE memberikan 2 Armada untuk distribusi ke Agen, tentunya permintaan sebelumnya diajukan kepada Agen yang permintaanya cukup tinggi.
Adapun stok Elpiji hingga Idul Fitri 1447 Hijryah. Pihak SPBE memberikan kuota tambahan 2 Truk dalam permintaan setiap harinya.
“Kami memberikan 1.120 Peace Tabung, dalam permintaan setiap harinya, sehingga jumlah armada angkutan Gas yang dilayani di SPBE Parepare,18 – 20 Mobil/Hari atau setara 11.200. Tabung setiap harinya” ungkap Arwin Arief.
Wilayah Kabupaten Kota yang didistribusikan pihak SPBE Parepare meliputi,
Kota Parepare 10 Mobil – 4 Agen
Kab.Sidrap 3 Mobil – 1 Agen
Kab.Wajo 1 Mobil – 1 Agen
Kab.Soppeng 2 Mobil – Agen
Perubahan sistem distibusi ditengah masyarakat sehingga Masyarakat tidak lagi membeli di Pangkalan melainkan di Pengecer, sehingga harga beli tabung Subsidi diatas HET. meski Stok Elpiji untuk wilayah Penyaluran SPBE Parepare, tersedia untuk jelang hari raya.
Editor: Dimas A Putra
