Ini Batasan Modifikasi Mobil Jaecoo Agar Tak Gugurkan Garansi

Jaecoo di IIMS 2026. Foto: istimewa Jaecoo di IIMS 2026. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Jaecoo Indonesia membeberkan penjelasan soal modifikasi yang dapat dilakukan sehingga tidak menggugurkan garansi dari pabrikan.

Head of Aftersales Bayu Agus Mustofa menjelaskan bahwa modifikasi kendaraan sebenarnya tidak otomatis membatalkan garansi. Namun, terdapat sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan oleh konsumen.

“Konsep dari garansi sendiri adalah apabila modifikasi itu sebenarnya tidak serta-merta mempengaruhi garansi kendaraan. Tetapi apabila ditemukan kerusakan terkait akibat modifikasi maka kerusakan tersebut tidak dapat di cover oleh garansi,” jelasnya dalam acara perayaan satu tahun Jaecoo di Indonesia di Jakarta, Minggu (8/3).

Bayu mencontohkan yang sudah terjadi, salah satunya adalah modifikasi velg. Ia menyarankan menggunakan ukuran dan ban yang sama seperti dengan pabrikan.

Menurutnya, perubahan ukuran velg dapat mempengaruhi akurasi perhitungan jarak tempuh kendaraan.

“Karena apabila ukurannya berbeda, itu akan mempengaruhi klaim jarak dari kendaraan itu tersebut. Bisa tambah jauh, bisa tambah pendek juga. Tergantung dari kondisi velg dan bannya,” katanya.

Selain velg, pemasangan bodykit juga sering menjadi pilihan pemilik kendaraan untuk meningkatkan tampilan mobil. Bayu menuturkan modifikasi tersebut diperbolehkan selama tidak mengganggu sistem kendaraan.

“Yang kedua, apabila bapak ibu mau memasang bodykit, itu diperbolehkan. Asalkan itu tidak menutupi sensor-sensor yang ada. Karena menutupi sensor akan mengakibatkan beberapa error yang terjadi di mobil bapak ibu,” jelasnya.

Kemudian, pengaplikasian anti-karat juga perlu diperhatikan dimana cukup populer di kalangan pemilik kendaraan. “Jadi aplikasi anti-karat ini secara umum diperbolehkan,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar proses tersebut tidak mengenai komponen kelistrikan kendaraan.

“Tetapi mohon untuk menghindari area elektrikal dan juga baterai. Karena itu dapat mengganggu fungsi insulasi dan juga cara kerja dari elektrikal dari mobil tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, kata Bayu, pemasangan selang tambahan pada sistem AC juga cukup sering dibahas oleh pemilik kendaraan.

“Terus terkait selang AC, mungkin ini yang lumayan rame. Jadi terkait selang AC, sebenarnya kita tidak terlalu pusing terkait itu. Karena cross membrane kita sudah kasih clear coat juga yang dimana itu insulation untuk elektrikal. Yang dimana itu bisa tahan panas dan juga kotoran dari kimia yang lain,” paparnya.

Meski demikian, pemasangan yang tidak tepat justru dapat menimbulkan masalah baru.

“Mungkin bapak ibu mau memasang selang silahkan. Karena kadang yang kita takutkan adalah apabila pemasangannya tidak baik, itu malah dapat membuat penyumbatan di selangnya itu,” ujarnya.

Sementara itu, penggantian kaca film juga perlu dilakukan secara hati-hati karena berpotensi memengaruhi sistem kelistrikan kendaraan.

“Terus kita lanjut, pertanyaan juga sebelum ketengah saya ke sana dulu, ada penggantian kaca film, ini mungkin diperhatikan juga ya bapak ibu. Jadi ada beberapa konsumen yang memang penggantian kaca filmnya itu kurang rapih, itu menyebabkan elektrikalnya basah dan ada errornya juga,” jelasnya.

Ia menyarankan agar konsumen memilih vendor yang sudah berpengalaman menangani mobil listrik.

“Jadi mohon cek vendornya sudah biasa ngerjain mobil EV atau PHEV. Karena kita sudah menemukan beberapa konsumen ada yang basah sampai menjamur seperti itu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa perawatan berkala kendaraan listrik relatif lebih sederhana dibandingkan kendaraan konvensional.

“Terus kita masuk ke tengah, untuk perawatan berkala apa aja sih yang diganti? Kita ada hanya 4 komponen yang diganti sebenarnya. Yang pertama adalah AC filter, brake bulb, coolant dan juga gear oil,” ujarnya.

Servis berkala sendiri dilakukan setiap 15 ribu kilometer atau satu tahun sekali.

“Yang dimana servis berkala kita kan 15 ribu atau 1 tahun. Untuk AC filter itu diganti per tahunnya, brake bulb itu setiap 2 tahun, coolant setiap 2 tahun, dan juga gear oil setiap 4 tahun,” jelasnya.

Terkait pengisian daya kendaraan listrik, pabrikan juga memberikan rekomendasi khusus mengenai penggunaan perangkat charger.

“Dan terakhir terkait wall charger dan portable charger, karena khusus untuk J5 ya, karena kita tidak kasih include itu dengan mobilnya. Jadi kami hanya bisa memberikan statement, untuk wall charger kami rekomendasikan yang sudah terdaftar di PLN Mobile,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa charger yang terdaftar di aplikasi PLN telah melalui proses pengujian keamanan.

“Karena di PLN juga mereka ada divisi lead bank yang dimana sebelum ditampilkan di PLN Mobile tersebut, mereka juga lakukan research dan pembongkaran terhadap chargernya dan itu bisa disertifikasi bahwa itu safety,” ujarnya.

Selain itu, pemasangan grounding juga dinilai sangat penting untuk menghindari risiko kelistrikan saat proses pengisian daya.

“Dan yang paling penting juga jangan lupa pasang grounding. Karena itu bisa mengarahkan arus bocor ke di tanah. Jadi mungkin bapak ibu kalau lihat ada percikan api dan lain-lain, mungkin itu percikan listrik itu biasanya disebabkan karena chargingnya tanpa grounding,” pungkasnya.