6 Sunnah Idulfitri yang Sering Dilupakan

Ilustrasi sholat ied/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi sholat ied/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Idulfitri adalah momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Selain menjadi hari penuh kebahagiaan, Idulfitri juga memiliki sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan.

Sayangnya, beberapa sunnah ini sering terlupakan oleh sebagian umat Muslim. Berikut adalah 6 sunnah Idulfitri yang penting untuk dihidupkan kembali, sebagaimana dilansir dari postingan Instagram @fiqihwanita_ pada Jumat (20/3).

1. Mandi sebelum sholat Idulfitri

“Dari Nafi’, ia berkata bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idulfitri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang.” (HR. Malik dalam Al-Muwato’: 426).

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk sholat ied. Hal ini sangat dianjurkan karena saat itu adalah waktu berkumpulnya orang banyak.

2. Berhias diri dan memakai pakaian terbaik

Tidak harus pakaian baru, tapi yang terbaik dan bersih. Sebagaimana tertuang dalam hadis berikut.

“Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idufitri dan Iduladha, juga untuk digunakan pada hari Jumat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahih-nya, 1765).

Namun perlu diingat, aturan berpenampilan menawan di hari ied hanya berlaku bagi pria. Sedangkan bagi wanita, lebih aman baginya untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain.

3. Makan sebelum sholat Idulfitri

“Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat sholat ied pada hari Idulfitri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. (HR. Ahmad 5:352, hasan).

Disarankan untuk memakan kurma, namun apabila tidak ada diperbolehkan untuk memakan makanan ringan lainnya.

Ibnu hajar rahimahullah dalam Al-Fath (2:446) menyatakan bahwa alalsan diperintahkan makan sebelum sholat Idulfitri adalah supaya tidak disangka sedang melaksanakan tambahan puasa.

4. Bertakbir mulai dari rumah hingga tempat sholat ied

Takbir Idulfitri dianjurkan sejak malam hingga menjelang sholat Ied. Dalilnya terdapat di surah Al-Baqarah ayat ke-185. Takbir yang diucapkan sebagaimana dikelaurkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah, bahwasanya Ibnu Mas’ud bertakbir,

“Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.”

Artinya : “Allah Maha Besar (3x), tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).

5. Melewati jalan berbeda saat pergi dan pulang dari sholat Ied

“Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat sholat), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang”. (HR. Bukhari, no. 986).

Adapun hikmah mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal, sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Zalzalah, ayat 4.

6. Saling mengucapkan selamat (at-ahniah)

Termasuk sunnah yang baik yag bisa dilakukan di hari Idulfitri adalah saling mengucapkan selamat. Maksud selamat di sini ialah dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan ini bahkan sudah dikenal pada masa salaf dahulu.

“Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ied, satu salam lain saling mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum,” (tertuang dalam Fath Al-Bari, 2:446).