Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah kondisi neurologis langka bernama Alice in Wonderland Syndrome (AIWS) kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan dalam kajian kesehatan terbaru.
Gangguan ini dikenal karena kemampuannya mengubah persepsi seseorang terhadap realitas, terutama terkait ukuran, jarak, hingga bentuk objek di sekitarnya.
AIWS dinamai berdasarkan novel klasik Alice’s Adventures in Wonderland karena gejalanya mirip dengan pengalaman tokoh Alice yang melihat dunia berubah ukuran secara drastis. Dalam dunia medis, kondisi ini bukan sekadar imajinasi, melainkan gangguan nyata pada otak.
Menurut laporan New York Post, AIWS adalah kondisi neurologis langka yang mengganggu kemampuan otak untuk memproses input sensori. Artinya, otak mengalami gangguan dalam memproses informasi sensorik sehingga persepsi terhadap dunia menjadi tidak akurat.
Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang melihat benda tampak jauh lebih besar (macropsia) atau lebih kecil (micropsia) dari ukuran sebenarnya. Bahkan, penderita juga bisa merasa tubuhnya berubah ukuran atau mengalami distorsi waktu dan ruang.
Lebih lanjut, penelitian menyebut jika AIWS paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Data menunjukkan bahwa sekitar 30% remaja pernah mengalami gejala sementara dari kondisi ini.
Para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini sering kali tidak terdiagnosis karena gejalanya bersifat sementara dan mudah disalahartikan sebagai gangguan penglihatan atau halusinasi. Padahal, AIWS bukan keduanya.
Seorang ahli neurologi kognitif, Anjan Chatterjee, menjelaskan bahwa AIWS bukan halusinasi, melainkan gangguan persepsi. Ia menyebutnya sebagai “gangguan sensori” yang berarti otak salah menafsirkan realitas yang sebenarnya.
Gejala Umum AIWS
Gejala AIWS terbagi dalam beberapa kategori utama, yaitu gangguan persepsi visual, persepsi tubuh, dan kombinasi keduanya. Dalam banyak kasus, penderita mengalami perubahan drastis dalam cara melihat dunia.
Beberapa gejala umum meliputi:
– Objek terlihat lebih kecil atau lebih besar dari ukuran sebenarnya
– Jarak terasa lebih dekat atau lebih jauh
– Tubuh terasa berubah ukuran
– Waktu terasa berjalan sangat lambat atau sangat cepat
Fenomena seperti melihat orang tampak sangat kecil bahkan dikenal sebagai “Lilliputianism”. Selain itu, penderita juga dapat mengalami derealisasi, yaitu perasaan terlepas dari realitas atau dunia terasa seperti mimpi.
Penyebab AIWS
Penyebab AIWS cukup beragam dan sering kali berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Beberapa faktor yang paling umum meliputi migrain, infeksi virus seperti Epstein-Barr atau influenza, epilepsi atau kejang, tumor otak, hingga gangguan mental tertentu.
Kondisi ini juga bisa dipicu oleh penggunaan obat tertentu atau gangguan pada aktivitas listrik otak. Meski terdengar serius, banyak kasus AIWS bersifat sementara dan akan hilang setelah penyebab utamanya diatasi.
Diagnosis dan Penanganan AIWS
Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis AIWS. Dokter biasanya akan mengevaluasi riwayat gejala pasien dan melakukan pemeriksaan neurologis seperti MRI atau CT scan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.
Penanganan AIWS sangat bergantung pada penyebabnya. Jika dipicu oleh migrain, maka pengobatan migrain menjadi fokus utama. Jika disebabkan oleh infeksi, maka kondisi akan membaik setelah infeksi sembuh.
Ahli neurologi MaryAnn Mays juga menjelaskan bahwa kondisi ini bisa menyebabkan distorsi tambahan, seperti ruangan terlihat miring atau datar.
Karena gejalanya unik dan sering dianggap aneh, banyak kasus AIWS tidak dilaporkan atau disalahartikan. Padahal, pemahaman yang baik dapat membantu orang tua dan tenaga medis mengenali kondisi ini lebih cepat.
Meskipun AIWS umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain yang lebih serius.
