Italia, GPriority.co.id – Setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya selama berturut-turut, kini Kepala Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Pada Kamis (2/4) kemarin, Gravina mengumumkan bahwa ia akan mundur dari jabatannya, hanay 48 jam setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 buntut kalah adu penalti dengan Bosnia-Herzegovina.
Dalam pernyataannya, Gravina mengungkapkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai pejabat sepak bola tertinggi negara itu setelah pertemuan yang diadakan di markas besar FIGC di Roma pada hari Kamis.
Italia kembali tersingkir di babak play-off pada hari Selasa, kali ini setelah adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina dan akan melewatkan putaran final musim panas ini di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Usai banjir hujatan, Gravina yang kini berusia 72 tahun tersebut membatalkan rencana awalnya untuk menunggu hingga rapat dewan FIGC minggu depan dan mengumumkan keputusan tentang masa depannya.
Dalam sebuah pernyataan, FIGC mengatakan bahwa pemilihan ketua baru akan diadakan pada 22 Juni. Giovanni Malago, mantan kepala Komite Olimpiade Italia yang lama menjabat dan juga presiden komite organisasi Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina, termasuk di antara nama-nama yang masuk dalam daftar kandidat.
Pengunduran diri Gravina juga sebagai pertanda bahwa pelatih Italia Gennaro Gattuso bisa mengundurkan diri, karena Gravina lah yang meminta pemenang Piala Dunia 2006 itu untuk tetap bertahan setelah kontraknya berakhir pada musim panas.
Sebagai informasi, ia terpilih sebagai presiden FIGC pada Oktober 2018, menjadi pengganti tetap Carlo Tavecchio, yang mengundurkan diri setelah kekalahan pertama Italia di babak play-off Piala Dunia melawan Swedia tahun sebelumnya.
Puncak kepemimpinannya adalah kemenangan mendebarkan Italia di Euro 2020, ketika tim Azzurri yang di bawah asuhan Roberto Mancini tak terkalahkan selama 37 pertandingan mengalahkan Inggris di Wembley untuk dinobatkan sebagai raja benua.
Namun, dua kegagalan kualifikasi Piala Dunia dan pertahanan gelar Eropa yang mengecewakan membuat Gravina tidak punya pilihan lain selain mengundurkan diri karena Italia bersinar di cabang olahraga lain sementara tertinggal di sepak bola.
Gravina juga menuai kecaman usai menyebut olahraga lain sebagai “amatir” dan “olahraga negara” dibandingkan dengan sepak bola karena banyaknya atlet, khususnya atlet Olimpiade, yang secara nominal dipekerjakan oleh berbagai cabang angkatan bersenjata dan kepolisian Italia.
Italia mengklaim rekor 30 medali di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina baru-baru ini, termasuk 10 medali emas, dan meninggalkan Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris dengan 40 medali.
Negara Mediterania ini juga memiliki atlet-atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga lainnya, dengan bintang tenis Jannik Sinner, pemenang empat kali Grand Slam, sebagai bukti nyatanya.
