Hari yang Buruk bagi AU AS, Aset Udaranya Rontok di Perang Iran

Tehran, Gpriority.co.id – Hari yang buruk dialami oleh Angkatan Udara (AU) Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (4/4). Setelah pesawat tempur F-15 AU AS ditembak jatuh oleh militer Iran (IRGC), berturut-turut satu pesawat tempur A-10 C Thunderbolt II, satu Helikopter Blackhawk, serta satu drone MQ-9 Reaper ditembak jatuh juga pada hari ini.

Sabtu pagi (4/4) seperti dilaporkan AFP, pasukan Iran dan AS berlomba-lomba mencari pilot F-15 AU AS yang ditembak jatuh. Militer Iran beserta para sukarelawan blusukan di area yang diperkirakan pilot tersebut mendarat.

Iran menjanjikan hadiah bagi para penemu pilot F-15 AU AS dengan uang yang setimpal. Dalam pencarian tersebut seperti yang terlihat di berbagai laman media sosial, militer Iran, Kepolisian Iran hingga sukarelawan keluar masuk semak belukar dan perkebunan dengan menenteng senapan serbu.

Pesawat tempur A-10 Thunderbolt II yang dikerahkan mencari pilot AU AS bahkan sempat ditembak walau berhasil melarikan diri dan jatuh di wilayah Kuwait. Sang pilot dikabarkan berhasil terjun menggunakan kursi pelontar.

Nasib yang sama juga dialami satu helikopter Blackhawk yang ditembak jatuh saat operasi penyelamatan pilot F-15 tersebut. Di berbagai video yang beredar terlihat polisi Iran dan warga menembakan senapan serbu ke arah Blackhawk yang terbang rendah tersebut.

Sebelumnya satu HC-130J “Combat King II” Combat Search and Rescue (CSAR) pun terlihat meluncurkan flare untuk mengecoh rudal SAM milik Iran dalam video yang beredar.

Dalam operasi penyelamatan pilot F-15 AU AS itu dikabarkan satu pilot berhasil diselamatkan sementara satu lainnya masih belum ditemukan.

Sementara itu pada hari yang sama drone canggih AS, MQ-9 Reaper yang difungsikan sebagai pengintai sekaligus penyerang juga ditembak jatuh oleh militer Iran.

Pada hari yang sama dilaporkan 2 KC-135 Stratotanker mendarat darurat dengan kode 7700 di wilayah Israel. Sedangkan satu F-16C dengan konfigurasi “Wild Wiesel” juga menggunakan kode darurat dengan 7700, terakhir terlihat di wilayah udara Irak. Kode 7700 sendiri berarti ada dekompresi di dalam pesawat, menandakan ada kerusakan teknis.

Terkait ditembak jatuhnya F-15, Komando Pusat AS tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang jatuhnya F-15, tetapi Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan: “Presiden telah diberi pengarahan”.

Adapun Presiden AS Donald Trump kepada NBC menyebut bahwa hilangnya F-15 tidak akan memengaruhi negosiasi dengan Iran, dengan mengatakan: “Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang.”

Foto : Istimewa