Bekasi, GPriority.co.id – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan simulasi terhadap sistem persinyalan kereta api sebagai bagian dari investigasi pascainsiden kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi dan simulasi yang dilakukan KNKT tersebut. Langkah ini diambil untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
KNKT menegaskan bahwa investigasi dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan berbasis data lapangan. Hasil dari proses ini nantinya akan menjadi dasar evaluasi guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian.
Sejalan dengan itu, Kemenhub berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang dihasilkan KNKT demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami tekankan kembali bahwa aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan bahwa proses pemulihan operasional terus berlangsung. Jalur hilir telah kembali dibuka sejak Selasa (28/4) dini hari.
Selanjutnya, pada Rabu (29/4) dini hari, jalur hulu juga telah dinyatakan bersih dari puing-puing sisa kecelakaan.
Sebagai bagian dari uji kesiapan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut menjajal perjalanan KRL dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang pada Rabu siang. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan jalur yang terdampak insiden telah aman dan siap kembali digunakan secara normal.
