Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, membantah isu kenaikan tarif listrik pada Mei 2026 yang ramai dikeluhkan masyarakat di media sosial.
Ia menegaskan hingga saat ini pemerintah belum mengambil kebijakan untuk menaikkan tarif listrik.
“Sampai dengan hari yang saya bicara ini, dan exercise yang kami lakukan, itu belum ada kenaikan tarif listrik. Nanti kalau ada, akan di sampaikan,” kata Bahlil, dikutip dari Antara Rabu (6/5).
Selain listrik, Bahlil juga memastikan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi.
Menurutnya, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.
“Untuk minyak subsidi, baik itu bensin, solar maupun LPG, tidak akan ada kenaikan,” tegasnya.
Sebelumnya, isu kenaikan tagihan listrik ramai diperbincangkan di media sosial seperti Threads dan Instagram. Sejumlah warganet mengaku mengalami lonjakan pembayaran listrik dalam dua bulan terakhir.
Bahkan, muncul dugaan bahwa PLN menaikkan tarif secara diam-diam. Salah satu unggahan akun Instagram @awreceh.id memperlihatkan berbagai keluhan pengguna terkait tagihan listrik yang meningkat signifikan.
“Fantastis tagihan listrik naiknya tidak sopan, ternyata memang banyak yang merasa PLN diam-diam naikkan tarif. Huffff,” tulis salah satu warganet.
“Kakk? Kok sama sih? Aku biasa total 800 ribu tiba-tiba sudah dua bulan ini jadi 1,3-1,4 juta-an. Elektronik enggak ada yang baru, semua sama, syok banget,” kata warganet lainnya.
“Ini token juga naik ya? Aku biasanya 200 ribu sebulan ini enggak sampai sebulan sudah habis, padahal pemakaian sama kayak biasanya,” ucap warganet lainnya.
“Kirain aku aja, biasanya cuma 300 ribu, perhari ini sudah 400 ribuan,” tutur warganet lainnya.
“Bener. Tagihan 2 meteran biasanya total cuma 5-6 juta. Bulan ini tembus 9.6 juta. Hampir 2 kali lipat,” ucap warganet.
