Tenerife, GPriority.co.id – Publik tengah dikhawatirkan dengan merebaknya kasus hantavirus di sejumlah wilayah dunia. Merespon hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan bahwa hantavirus tidak sama seperti COVID-19. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang menghadapi situasi ini.
Sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, hantavirus memiliki pola penyebaran yang berbeda jika dibandingkan dengan virus corona, penyebab pandemi COVID-19.
“Penyakit ini bukan COVID dan kami sebagai WHO telah mengatakannya berkali-kali dan ketika kami mengatakan ini, kami tidak menganggapnya enteng,” ujar Tedros saat proses evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius di Pelabuhan Granadilla, Tenerife, Sabtu (9/5).
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global usai muncul kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. WHO menilai, penyebaran virus tersebut masih terbatas dan belum menunjukkan tanda-tanda menjadi pandemi global.
Perlu diketahui, hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus kepada manusia. Penularan biasanya terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, hingga kotoran tikus yang terinfeksi.
Berdasarkan laporan yang pernah diterbitkan oleh aliansi vaksin dunia Gavi melalui platform VaccinesWork pada 2021 lalu, memang sempat memperingatkan potensi ancaman hantarvirus di masa depan.
Kendati demikian, WHO hingga kini masih mengkategorikan ancaman hantavirus sebagai risiko rendah. Penularan antarmanusia disebut sangat jarang terjadi dan hanya ditemukan pada jenis tertentu seperti Andes virus di Amerika Selatan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memastikan pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan WHO terkait perkembangan kasus tersebut.
“Kita minta guidance untuk bisa lakukan screening-nya, ya. Tapi yang hasil masukan yang kita terima memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu. Jadi belum menyebar ke mana-mana,” kata Budi.
Saat ini, WHO dan para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa harus panik. Langkah pencegahan utama yang disarankan adalah menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus, serta memastikan rumah terbebas dari sarang hewan pengerat.
Dengan pola penyebaran yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan COVID-19, masyarakat diminta tidak mudah termakan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti perkembangan dari sumber resmi pemerintah maupun lembaga kesehatan dunia.
