Pemburu Kejahatan Malam, Garda Baru di Tengah Maraknya Begal Jakarta

Jakarta, GPriority.co.id – Maraknya aksi begal dan kriminalitas jalanan di Jakarta memunculkan fenomena baru di tengah masyarakat.

Sejumlah kelompok warga bersama aparat kini dikenal sebagai “pemburu kejahatan malam” (PKM), yakni tim patroli yang aktif menyisir titik rawan demi menekan aksi kriminal yang semakin meresahkan warga ibu kota.

Fenomena “pemburu kejahatan malam” muncul sebagai respons atas situasi tersebut. Sejumlah komunitas warga bersama petugas keamanan lingkungan mulai melakukan patroli mandiri untuk membantu menciptakan rasa aman.

Mereka berkeliling di titik rawan sambil memantau aktivitas mencurigakan dan berkoordinasi dengan kepolisian apabila ditemukan indikasi tindak kriminal.

Dilansir dari postingan terbaru akun Instagram @infojakarta30, PKM akan memulai aksinya dari jam 12 malam hingga 5 subuh.

“Siapapun yang ready untuk #JagaJakarta, letsgoww kita siapkan barisan. Komentar untuk yang ready, nanti saya pilih dan undang ke grup WA,” tulis postingan tersebut.

Terpantau dari kolom komentarnya, seruan ini disambut baik oleh warganet. 200 orang dilaporkan telah bersedia bergabung dengan gerakan PKM.

“Terimakasih atas bantuan masyarakat untuk masyarakat. Cukup 200 orang azo, jadi udah full ya. Intinya selagi kita niat baik, pasti ada azo jalannya,” tulis admin Instagram @infojakarta30.

Meski disambut baik, namun ada juga warganet yang khawatir jika gerakan ini menjadi pertanda masyarakat tak lagi memperhatikan sistem.

“Sebenarnya ini pertanda gak bagus ya, karena warga udah nyerah sama sistem. Lucunya nanti aparat justru sibuk memberangus aksi vigilante ini dibanding membenahi kerusakan pada sistem,” tulis pemilik akun Instagram @m.tommy.u.

Perlu diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, laporan mengenai pembegalan motor, pencurian dengan kekerasan, hingga aksi intimidasi di jalanan meningkat di sejumlah wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Polda Metro Jaya bahkan membentuk Tim Pemburu Begal untuk melakukan patroli intensif selama 24 jam.

Keresahan warga semakin terasa karena pelaku kerap beraksi pada malam hingga dini hari, terutama di ruas jalan minim penerangan dan pengawasan.

Banyak pekerja malam, pengemudi ojek online, hingga karyawan yang pulang larut mengaku kini lebih waspada saat berkendara sendirian.

Selain patroli, pemanfaatan teknologi seperti kamera CCTV dan laporan cepat melalui media sosial juga dinilai membantu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Warga berharap pengawasan digital dapat diperkuat, terutama di jalur-jalur sepi yang sering menjadi lokasi pembegalan.

Polda Metro Jaya mencatat ratusan pelaku kejahatan jalanan telah diamankan sepanjang 2026. Namun, aparat menilai pencegahan tetap membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Warga diimbau menghindari jalur gelap, tidak berhenti di lokasi sepi, serta mengutamakan perjalanan berkelompok saat malam hari.