Jawa Timur, GPriority.co.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo selama peringatan Yadnya Kasada 2026.
Penutupan berlangsung mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026 guna menghormati prosesi adat masyarakat Tengger sekaligus menjaga kelancaran ritual tahunan tersebut.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan selama masa penutupan kawasan wisata hanya dapat diakses oleh masyarakat yang memiliki kepentingan mengikuti ritual Yadnya Kasada.
Sementara wisatawan domestik maupun mancanegara tidak diperbolehkan memasuki area wisata Gunung Bromo.
“Kawasan hanya akan terbuka bagi petugas dan masyarakat yang memiliki kepentingan mengikuti kegiatan bersih-bersih kawasan,” ujar Rudijanta dalam keterangannya, Minggu (24/5) dikutip dari ANTARA.
Penutupan juga dilakukan pada 2 Juni 2026 untuk mendukung kegiatan pembersihan kawasan usai pelaksanaan ritual adat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Yadnya Kasada sendiri merupakan tradisi sakral masyarakat Suku Tengger yang rutin digelar setiap tahun di kawah Gunung Bromo.
Dalam ritual tersebut, warga membawa hasil bumi, ternak, hingga berbagai sesaji untuk dilarung ke kawah sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi.
Tradisi budaya ini selalu menarik perhatian wisatawan karena memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat.
Namun, demi menghormati jalannya ritual keagamaan, pihak TNBTS meminta seluruh wisatawan mematuhi aturan penutupan sementara kawasan wisata Bromo.
Pengelola TNBTS juga mengimbau calon pengunjung untuk menyesuaikan jadwal perjalanan selama periode penutupan berlangsung.
Wisatawan disarankan memantau informasi resmi terkait pembukaan kembali kawasan Gunung Bromo setelah seluruh rangkaian Yadnya Kasada dan kegiatan pembersihan selesai dilaksanakan.
Gunung Bromo yang berada di ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut selama ini menjadi salah satu ikon wisata alam Indonesia. Selain panorama matahari terbit, kawasan ini juga dikenal dengan kekayaan budaya masyarakat Tengger yang masih terjaga hingga kini.
