Duh! Dolar AS Sentuh Rp18.000 Untuk Pertama Kalinya

Ilustrasi nilai tukar rupiah dengan dolar AS/Foto : Freepik Ilustrasi nilai tukar rupiah dengan dolar AS/Foto : Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Nilai tukar dolar AS (Amerika Serikat) terhadap rupiah menyentuh level psikologis Rp18.000 pada perdagangan hari ini. Hal ini menandai tonggak baru sekaligus rekor terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Pergerakan tersebut terjadi usai mata uang Garuda terus mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat kombinasi faktor global dan domestik.

Dihimpun dari berbagai sumber, sebelumnya sejumlah data pasar menunjukkan kurs USD/IDR bergerak sangat dekat dengan level Rp18.000. Data historis mencatat nilai tukar dolar AS sempat mencapai kisaran Rp17.995 per dolar AS pada akhir Mei 2026, yang menjadi level tertinggi sepanjang sejarah perdagangan rupiah terhadap dolar AS.

Pelemahan rupiah dipicu oleh menguatnya permintaan terhadap aset berbasis dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia, gejolak geopolitik, serta arus keluar modal dari pasar negara berkembang turut memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang Indonesia.

Dengan melemahnya rupiah, maka biaya impor akan meningkat, terutama dari segi komoditas energi, bahan baku industri, serta barang konsumsi yang masih bergantung pada transaksi dolar AS.

Kondisi ini juga akan menambah tekanan inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Namun, pelemahan rupiah justru dapat memberi keuntungan bagi sektor yang berorientasi ekspor karena pendapatan dalam dolas AS akan meningkat ketika dikonversi ke mata uang domestik.

Tetapi, manfaat ini dinilai belum cukup untuk menutupi dampak luas yang dirasakan sektor impor dan konsumsi domestik.