Jakarta, GPriority.co.id – Unggahan akun Instagram @fiqihwanita_ yang membahas alasan mengapa wanita perlu terus dinasihati menjadi perhatian warganet.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa wanita merupakan sumber fitnah terbesar bagi laki-laki, diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sehingga membutuhkan bimbingan dengan kelembutan, bukan paksaan.
Pesan itu mengacu pada sejumlah hadis sahih yang menjelaskan pentingnya sikap bijaksana dalam membina rumah tangga.
Dalam Islam, nasihat bukan hanya ditujukan kepada perempuan, tetapi juga kepada laki-laki. Rasulullah SAW menegaskan bahwa agama adalah nasihat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Agama adalah nasihat.” Para sahabat bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin.” (HR. Muslim No. 55).
Adapun hadis yang sering dikaitkan dengan pembinaan terhadap istri adalah sabda Rasulullah SAW:
“Berwasiatlah kalian agar berbuat baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksanya untuk meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Namun jika engkau membiarkannya, ia akan tetap bengkok. Maka berwasiatlah agar berbuat baik kepada para wanita.” (HR. Bukhari No. 3331 dan Muslim No. 1468).
Para ulama menjelaskan bahwa “tulang rusuk yang bengkok” bukanlah celaan terhadap perempuan, melainkan perumpamaan bahwa wanita memiliki karakter, perasaan, dan cara berpikir yang berbeda dengan laki-laki. Karena itu, mereka perlu diperlakukan dengan kelembutan, kesabaran, dan kasih sayang, bukan dengan kekerasan atau paksaan.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Aku tidak meninggalkan suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki setelahku selain fitnah wanita.”(HR. Bukhari No. 5096 dan Muslim No. 2740).
Para ulama menerangkan bahwa hadis tersebut merupakan peringatan agar laki-laki menjaga diri dari godaan syahwat, bukan berarti perempuan adalah makhluk yang buruk atau pantas direndahkan.
Cara Terbaik Suami Membimbing Istri
Dalam ajaran Islam, suami diperintahkan menjadi pemimpin yang membimbing keluarganya dengan hikmah. Al-Qur’an memerintahkan:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…”(QS. An-Nahl: 125).
Prinsip ini juga berlaku dalam rumah tangga. Suami dianjurkan menasihati istri dengan tutur kata yang lembut, memilih waktu yang tepat, memberikan teladan terlebih dahulu, serta menyampaikan nasihat berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah, bukan karena emosi.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.”(HR. Tirmidzi No. 3895).
Dengan demikian, nasihat kepada istri bukanlah bentuk merendahkan perempuan, melainkan bagian dari tanggung jawab suami untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Sebaliknya, seorang istri juga memiliki kewajiban menasihati suami apabila melihat kekeliruan, selama dilakukan dengan adab yang baik.
Hubungan suami istri dalam Islam dibangun di atas prinsip saling menolong dalam ketakwaan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat masing-masing.
