ACEH, Gpriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, Aceh terus merangkak berdiri usai porak-poranda di hantam bencana banjir bandang 9 bulan lalu. Tak ingin terpuruk berkepanjangan, segala upaya dilakukan pemerintahan berjuluk Bumi Muda Sedia agar bisa kembali berdiri tegak.
Kali ini, Pemkab Aceh Tamiang menggandeng pemerintah pusat dalam membangkitkan kembali perekonomian masyarakat.
Bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, pemerintah Tamiang menggelar kegiatan pelatihan Inkubasi Startup Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada masyarakat pelaku usaha.
Kegiatan tersebut adalah upaya penguatan kapasitas pelaku usaha dengan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan berlangsung di Aula Setdakab Aceh Tamiang, dan diikuti sebanyak 150 peserta, Senin, (1/9).
Kegiatan mengusung tema “Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berjaya untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.”
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi melalui Plt. Sekretaris Daerah, Syuibun Anwar, mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam pemulihan pasca bencana di Aceh Tamiang.
Syuibun mengaku jika banjir memberikan dampak besar terhadap masyarakat dan UMKM di Aceh Tamiang. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak dalam proses pemulihan. Seperti program saat ini yang di lakukan pemerintah pusat. Semoga melalui kegiatan ini masyarakat Aceh Tamiang dapat kembali bangkit dan mengembangkan usahanya,” kata Syuibun.
Dengan adanya program ini, Ia menilai masyarakat mendapatkan peningkatan kapasitas SDM sehingga nantinya mampu bersaing di era digital sekarang.
Untuk itu Sekda menekankan kepada seluruh peserta untuk serius dalam mengikuti pelatihan, serta dapat mengembangkan ide usaha, berani menghadapi kegagalan dalam usaha.
Sementara itu, Plt. Direktur Jasa TIK Direktorat Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Tri Wahyudi, mengatakan program tersebut bertujuan membantu masyarakat Aceh Tamiang kembali menjalankan dan mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan bisnis digital, termasuk pencatatan keuangan melalui aplikasi gratis, serta pendampingan dalam validasi ide, riset pasar, pengembangan produk, hingga pembangunan jejaring kolaborasi.
Tri berharap program tersebut dapat mendorong lahirnya startup di bidang Jasa TIK serta dalam pemakaian AI yang lebih memudahkan, sekaligus mendukung pengembangan subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Reportase : Zulfitra
Foto : Zulfitra
