Tiga Emas Satu Perak, Boccia Indonesia Jadi Juara Umum Seoul 2026

Tim boccia Indonesia sukses keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tiga medali emas dan satu perak pada debutnya di World Boccia Championships 2026 di Seoul, Korea Selatan/Foto : Dok. NPC Indonesia Tim boccia Indonesia sukses keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tiga medali emas dan satu perak pada debutnya di World Boccia Championships 2026 di Seoul, Korea Selatan/Foto : Dok. NPC Indonesia

Seoul, GPriority.co.id – Tim boccia Indonesia mencatat sejarah pada debutnya di World Boccia Championships 2026 di Seoul, Korea Selatan.

Tampil pada kejuaraan dunia yang berlangsung pada 27 Agustus hingga 3 September untuk periode pertandingan, Indonesia sukses keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tiga medali emas dan satu perak.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi boccia Indonesia, mengingat cabang olahraga ini baru berkembang secara serius di Tanah Air setelah diperkenalkan melalui Asian Para Games Jakarta 2018.

Tiga emas Indonesia masing-masing diraih Muhamad Afrizal Syafa di nomor individual BC1 putra, Handayani di BC1 putri, serta tim BC1/2 yang diperkuat Afrizal, Felix Ardi Yudha, dan Gischa Zayana. Sementara itu, Felix Ardi Yudha turut menyumbangkan medali perak.

Hasil tersebut melanjutkan tren positif boccia Indonesia di level internasional. Sebelumnya, pada World Boccia Cup 2026 di Portugal, Indonesia juga menjadi negara dengan perolehan emas terbanyak setelah meraih empat emas dan dua perak. World Boccia mencatat keberhasilan itu sebagai bagian dari perkembangan pesat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Pelatih boccia Indonesia, Argya Setya Wimala, sebelumnya menyebut keberhasilan tim tidak terlepas dari program latihan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kunci keberhasilan kita ada di proses latihan yang terstruktur dan berkelanjutan, dimana teman-teman bisa berkomitmen latihan rutin sesuai program pelatnas jangka panjang yang dicanangkan NPC Indonesia dan pemerintah melalui Kemenpora,” ungkap Argya dikutip dari laporan ANTARA.

Apa Itu Boccia?

Boccia merupakan olahraga presisi yang sekilas memiliki kemiripan dengan bowls dan pétanque. Atlet berusaha melempar, menggulirkan, menendang, atau menggunakan alat bantu untuk mengarahkan bola sedekat mungkin dengan bola putih yang disebut jack. Pertandingan dapat dimainkan secara individu, berpasangan, maupun beregu.

Dalam permainan, setiap sisi memiliki enam bola berwarna. Setelah jack dimainkan, atlet bergantian melempar bola dengan tujuan menempatkan bola sedekat mungkin dengan target.

Poin diberikan kepada pemain atau tim yang memiliki bola paling dekat dengan jack, ditambah satu poin untuk setiap bola lain yang posisinya lebih dekat dibandingkan bola lawan. Pertandingan individu dan pasangan berlangsung empat end, sedangkan pertandingan beregu berlangsung enam end.

Boccia memiliki klasifikasi BC1 hingga BC4 sesuai karakteristik disabilitas dan kebutuhan bantuan atlet. Olahraga ini awalnya dikembangkan bagi orang dengan gangguan koordinasi dan kemudian berkembang menjadi cabang olahraga para yang dipertandingkan secara internasional.

Sejarah Boccia

Akar boccia dapat ditelusuri hingga Yunani Kuno dan Mesir. Bahkan, bukti arkeologis mengenai permainan serupa ditemukan di Mesir sejak sekitar 5200 SM.

Dalam bentuk modernnya, boccia berkembang sebagai olahraga untuk atlet dengan disabilitas fisik dan resmi menjadi cabang Paralimpiade pada 1984 di New York dan Stoke Mandeville.

Kini, olahraga tersebut dimainkan di lebih dari 75 negara. Prestasi Indonesia di Seoul 2026 pun menjadi bukti bahwa perkembangan boccia nasional dalam delapan tahun terakhir mulai menempatkan Merah Putih di jajaran kekuatan dunia.