Asian Para Games , Spirit Inspirasi Asia

Jakarta,GpriorityAsian Para Games merupakan ajang multiolahraga internasional yang diselenggarakan di Asia, dan melibatkan atlet dengan berbagai disabilitas.

Sama seperti Asian Games, ajang ini digelar dalam kurun waktu empat tahun. Asian Para Games pertama kali diselenggarakan  pada tahun 2010 tepatnya di Guangzhou Cina. Dan Indonesia terpilih sebagai tuan rumah pada penyelenggaraan yang ke-3.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah The Inspiring Spirit And Energy Of Asia (Semangat inspirasi dan Energi Asia). Tema ini lahir berdasarkan empat nilai paralimpik yakni tekad kuat, keberanian, kesamaan, dan inspirasi. Diharapkan, Asian Para Games 2018  bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi melalui aksi-aksi heroik para atlet dan Perkenalan budaya Indonesia kepada dunia Asia.

Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 6 hingga 13 Oktober 2018 diikuti 2762 atlet yang berasal dari 43 negara. Mereka akan memperebutkan 506 medali dan 17 non medali dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan.  18 cabang olahraga yang dipertandingkan adalah renang, anggar duduk, catur, angkat besi, bowling lapangan, tenis kursi roda, para atletik, Tenpin bowling, boccia, basket kursi roda, goalball, balap sepeda, tenis meja, panahan, Badminton, Wheelchair Volleyball,menembak,blind judo.

Indonesia seperti dijelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada awak media  saat melepas kontingen Asian Para Games 2018 mengatakan, “ Target 8 besar meleset ke atas enggak apa-apa, ke-6 atau 5 (besar) pun boleh. Emas meleset enggak apa-apa, tapi 20 atau 30 (emas)”.

Senada dengan Presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)Imam Nahrawi mengatakan bahwa target medali sesuai dengan arahan presiden.

“ Saya optimis target ini bisa dicapai, apalagi dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan kita mengikuti semuanya. Saya yakin 300 atlet dan 125 ofisial, bisa mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa Indonesia,” kata Menpora Imam Nahrawi.

Yang membuat Imam Nahrawi bertambah optimis dengan target tersebut adalah latihan keras yang diperlihatkan atlet selama pelatnas berlangsung.

Tidak main-main dalam mempersiapkan Atlet

 Sama seperti Asian Games, Pemerintah dalam hal ini Kemenpora tidak main-main dalam mempersiapkan atlet yang bertanding. Pelatnas jangka panjang (januari hingga Oktober 2018) yang berasal dari dana Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) tahun anggaran 2018 pun digelar. Surakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan pelatnas, dikarenakan memiliki fasilitas yang memadai.

Untuk atlet dan official yang mengikuti pelatnas, rilis yang dikirim Kemenpora menerangkan, untuk cabang renang diikuti 10 atlet elite nasional, 14 atlet elite regional, dua atlet elite internasional, dua pelatih internasional, tiga pelatih regional, tiga asisten pelatih, satu manajer dan satu masseur. Anggar duduk, 11 atlet regional nasional, satu manager, dua pelatih nasional, satu teknisi dan tiga tim pendukung. Cabang catur diikuti 14 atlet elite regional, 4 atlet elite nasional,  satu manager, tiga pelatih regional, serta lima asisten pelatih. Cabang angkat besi diikuti empat atlet elite internasional, lima atlet elite regional, empat atlet elite nasional, satu manager, satu pelatih internasional, satu pelatih regional, dan lima tim pendukung. Cabang olahraga bowling lapangan diikuti 11 atlet elite nasional, satu manager, dua pelatih nasional, dan empat tim pendukung.Cabang olahraga tenis kursi roda, diikuti sembilan atlet elite nasional,satu manager, dua pelatih nasional, empat tim pendukung, dan satu masseur. Cabang olahraga para atletik diikuti delapan atlet elite internasional, 23 atlet elite nasional, 18 atlet elite regional, empat atlet elite junior, satu manager, empat pelatih internasional, dua pelatih regional, tiga pelatih elite junior, dan satu tim pendukung.

Cabang Tenpin Bowling diikuti 10 atlet elite nasional, satu manager, dua pelatih nasional, lima tim pendukung.Boccia diikuti  delapan atlet elite nasional,  satu manager, dua pelatih nasional,  dan lima tim pendukung. Basket kursi roda diikuti 12 atlet elite nasional, satu manager, dua pelatih nasional, satu asisten pelatih, satu teknisi dan dua tim pendukung. Goalball diikuti 12 atlet elite nasional, satu manager, dua asisten pelatih, tiga guide, dua pembantu umum. Balap sepeda diikuti delapan atlet elite nasional, empat atlet regional,satu  manager, satu pelatih regional,satu pelatih nasional, dua pelatih elite junior, dua asisten pelatih, satu mekanik, dua pembantu umum, dan satu administrasi.

 Tenis meja diikuti 21 atlet elite internasional, lima atlet elite nasional, enam atlet elite regional, satu manager,empat  pelatih internasional, satu pelatih regional, lima asisten pelatih dan satu pembantu umum.Panahan diikuti  14 atlet elite nasional, satu manager,  dua pelatih nasional, dua asisten pelatih, dua pembantu umum dan satu masseur.Badminton diikuti  delapan atlet elite internasional, sembilan atlet elite nasional, lima atlet regional, satu manager, dua pelatih internasional, dua pelatih nasional, empat asisten pelatih dan satu masseur. Wheelchair Volleyball diikuti 12 atlet elite nasional, satu manager,dua pelatih nasional,tiga asisten pelatih, dua pembantu umum dan satu administrasi.Menembak diikuti .11 atlet elite nasional,satu manager,dua pelatih nasional,lima tim pendukung.Blind judo diikuti 10 atlet elite nasional,satu manager,dua pelatih nasional, dan lima tim pendukung.

Para atlet sendiri terlihat antusias mengikuti pelatnas yang diadakan oleh Kemenpora. Hal ini tentu saja mendapat apresiasi dari Menpora Imam Nahrawi yang meninjau langsung persiapan atlet  pelatnas pada 14 September 2019. Kepada awak media Imam mengatakan, “Setelah melihat langsung persiapan para atlet dalam melakukan pemusatan latihan di Solo, Kemenpora mengapresiasi kepada NPC, SDM, pelatih, asisten pelatih, dan khususnya para atlet yang sudah melakukan persiapan dengan baik. Tantangan dan try out sudah dilalui, dan tinggal menjaga mental bertandingnya agar menjelang perhelatan siap.”

Pembukaan Diwarnai Atraksi Kolosal

Sabtu malam (6/10) ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia, Asian Para Games 2018 resmi dibuka oleh Presiden RI Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat.

“Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya bangga menyambut kehadiran bapak, ibu, dan saudara tamu-tamu istimewa dari 43 negara. Melalui Asian Para Games tahun 2018 ini kita ingin mempererat persaudaraan, menjunjung tinggi kemanusiaan. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya nyatakan dengan resmi Asian Para Games dibuka. Selamat berjuang, sukses,” kata Presiden seraya memeragakannya dalam bahasa isyarat.

Upacara pembukaan diawali dengan atraksi kolosal yang menampilkan keragaman di Indonesia. Bendera Merah Putih dibawa Ketua Dewan Pengarah Asian Para Games 2018 Puan Maharani memasuki stadion yang dilanjutkan dengam pengibaran diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan defile atlet dan ofisial dari 43 negara peserta. Secara alfabetis, defile diawali oleh Afghanistan dan diakhiri oleh tuan rumah, Indonesia.

Saat kontingen Indonesia melakukan defile diiringi lagu Garuda di Dadaku, Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak tidak bertepuk tangan seperti biasanya, namun tangan yang satu menepuk lengan satunya. Tepukan itu adalah tepukan disabilitas netra dan tuli.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah atlet oleh Banyu Tri Mulyo, sumpah juri oleh Bayu Widi dan sumpah pelatih oleh Dinda Ayu Sekartaji.

Indonesia Melampui Target

 Hingga pekan terakhir, sabtu (13/10), Indonesia menempati peringkat kelima klasemen dengan 37 medali emas, 47 perak dan 51 perunggu.  “ Hasil ini tentu saja jauh melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebelum penyelenggaraan Asian Para Games 2018 yakni peringkat ke-8,” kata Ketua National Paralympic Committee, Senny Marbun.

Dijelaskan oleh Senny, medali tersebut diperoleh melalui  blind chess (11 medali emas dari 24 nomor yang dipertandingkan), atletik (6 medali emas), tenis meja (4 medali emas), renang (3 medali emas), tenpin bowling (1 emas),balap sepeda, Lawn balls (lima emas dari 15 nomor yang dilombakan) serta bulutangkis (enam medali emas).

Menpora Imam Nahrawi bersyukur atas perolehan ini. Dan memberikan bonus kepada atlet, para pelatih dan asisten pelatih  kontingen Indonesia yang berhasil  memberikan medali.

Penutupan Tersaji Secara Meriah

 Sabtu (13/10) Stadion Madya Senayan Jakarta nampak dipenuhi oleh penonton. Mereka ingin melihat secara langsung prosesi penutupan Asian Para Games 2018. Penutupan sendiri dimulai tepat pukul 19.08 WIB dengan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang  tragedi gempa bumi  dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, pidato dari ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari  dan Presiden Asian Paralympic Committee, Majid Rashed yang sekaligus menutup secara resmi Asian Para Games 2018 di Indonesia.(Hs.adv)

 

Related posts

Leave a Comment