Singapura, GPriority.co.id – Bagi sebagian orang, kehilangan pekerjaan di usia 35 tahun mungkin menjadi awal dari masalah finansial. Namun, Colin Lau justru mengambil keputusan berbeda.
Pria asal Singapura itu memilih pensiun dini setelah kehilangan pekerjaan dan hingga kini, pada usia 55 tahun, sudah sekitar 20 tahun tidak bekerja.
Kisah Colin Lau kembali menjadi perhatian setelah diulas dalam program Money Mind milik CNA. Ia diketahui menjalani kehidupan sederhana dengan mengandalkan strategi keuangan yang telah dipersiapkan sejak masih bekerja.
Saat masih memiliki pekerjaan sebagai guru bahasa, Lau dikenal sangat hemat. Ia bahkan mengaku mampu menyisihkan sekitar 80 hingga 90 persen penghasilannya.
“Semua orang menghabiskan uang seperti air. Sementara saya sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang,” ujar Lau, menggambarkan kebiasaannya menekan pengeluaran.
Ketika pusat bahasa tempatnya bekerja tutup, Lau yang saat itu berusia 35 tahun memanfaatkan tabungannya untuk membeli apartemen tiga kamar bekas secara tunai. Hunian tersebut dibelinya seharga 87.000 dolar Singapura tanpa mengambil pinjaman bank.
Keputusan membeli rumah tanpa KPR menjadi salah satu fondasi kebebasan finansial Lau. Ia kemudian menyewakan kamar yang tidak digunakan untuk mendapatkan pemasukan rutin.
Saat ini, ia memperoleh sekitar S$900 per bulan dari uang sewa, sementara polis asuransi yang telah jatuh tempo juga memberikan pembayaran bulanan. Total pemasukan bulanannya mencapai sekitar S$2.500. Lau memiliki pandangan tegas mengenai utang properti.
“Jika Anda meminjam uang dari bank, cicilan KPR selama 30 tahun pada dasarnya membuat Anda membeli apartemen untuk diri sendiri, tetapi sekaligus memberikannya sebagai hadiah gratis kepada bank,” katanya.
Gaya hidupnya pun sangat sederhana. CNA melaporkan pengeluaran bulanan Lau kini kurang dari S$150. Ia memilih memasak sendiri, menghindari pembelian yang tidak diperlukan, serta menikmati hiburan murah atau gratis seperti membaca, mendengarkan musik dan podcast. Meski gaya hidup tersebut dianggap ekstrem oleh sebagian orang, Lau mengaku bahagia.
“Saya bahagia dengan apa yang saya miliki saat ini. Saya cukup menjalani hidup dengan apa yang ada,” ujarnya.
Kini, setelah dua dekade tidak bekerja, kisah Colin Lau menjadi contoh unik tentang kebebasan finansial, pensiun dini, hidup hemat, dan strategi mengelola keuangan. Namun, pola hidup tersebut tidak serta-merta cocok untuk semua orang karena membutuhkan disiplin tinggi, aset bebas utang, serta perencanaan keuangan jangka panjang.
