Perumnas dan BTN Luncurkan Program NabungDP, Bisa Ajukan KPR Walau Tak Punya Slip Gaji Tetap

Program NabungDP hasil kerja sama Perumnas dan BTN menyasar generasi muda dan pekerja yang membutuhkan waktu untuk mengumpulkan uang muka atau DP sebelum mengajukan KPR/Foto : Ilustrasi Dok. Istimewa Program NabungDP hasil kerja sama Perumnas dan BTN menyasar generasi muda dan pekerja yang membutuhkan waktu untuk mengumpulkan uang muka atau DP sebelum mengajukan KPR/Foto : Ilustrasi Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menghadirkan Program NabungDP untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah.

Program ini menyasar terutama generasi muda dan pekerja yang membutuhkan waktu untuk mengumpulkan uang muka atau down payment (DP) sebelum mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR).

Dilansir dari ANTARA, Kamis (29/10), program tersebut dirancang untuk membiasakan calon pembeli menabung secara disiplin sambil mempersiapkan kepemilikan hunian.
NabungDP Bantu Calon Pembeli Siapkan Uang Muka

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Perumnas, Imelda Alini Pohan, mengatakan program ini merupakan kolaborasi khusus Perumnas dan BTN untuk membuka akses kepemilikan rumah yang lebih mudah.

“Sebetulnya maksudnya ini adalah untuk membiasakan masyarakat untuk mulai memiliki rumah dengan cara mudah,” ujar Imelda.

Menurutnya, calon pembeli selama ini menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kesulitan mengumpulkan DP, besarnya cicilan, hingga pengajuan pembiayaan yang belum tentu disetujui bank.

Melalui NabungDP, peserta dapat membangun kebiasaan menabung secara berkala. Rekam jejak tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan bank ketika menilai pengajuan KPR. Meski demikian, keikutsertaan dalam program tidak otomatis menjamin persetujuan kredit.

Imelda menjelaskan, dana tabungan tercatat atas nama pribadi peserta sehingga dapat digunakan untuk membantu mengurangi beban pembiayaan rumah setelah persyaratan terpenuhi.

Program NabungDP juga ditujukan bagi pekerja sektor informal yang kerap menghadapi kendala administrasi saat mengajukan KPR, termasuk karena tidak memiliki slip gaji tetap.

Imelda menyebut konsistensi menabung menjadi salah satu aspek yang dapat diamati bank. Ia mengatakan bank biasanya melihat kedisiplinan menabung selama minimal enam bulan. Jika calon pembeli mampu mempertahankan kebiasaan tersebut selama setahun, rekam jejaknya dapat membantu proses penilaian kredit.

Bagi masyarakat yang telah memiliki rumah, program ini juga berpotensi dimanfaatkan untuk menyiapkan uang muka hunian berikutnya.
Tabungan Tercapai, Calon Pembeli Bisa Ajukan KPR

Perumnas mendorong masyarakat memulai persiapan kepemilikan rumah melalui tabungan di BTN. Setelah dana uang muka mencapai target, calon pembeli dapat melanjutkan proses pengajuan kredit dan pembelian hunian Perumnas sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses perumahan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kemampuan menabung tetapi belum siap menyediakan uang muka sekaligus.

Meski demikian, calon peserta tetap perlu memperhitungkan penghasilan, kebutuhan bulanan, biaya tambahan pembelian rumah, dan kemampuan membayar cicilan jangka panjang sebelum mengambil KPR.