Pemerintah Kota Pasuruan bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menggelar Forum Group Discussion (FDG), di Hotel Horizon Kota Pasuruan, Senin (20/09/2021).
Kegiatan dihadiri oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, dan Camat diawali dengan pembagian jaminan kematian bagi peserta BPJS.
Kegitan tersebut merupakan wujud optimalisasi pelaksanaan jaminan masa depan para pekerja dalam Program JAMSOSTEK, yang pesertanya didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 24 persen.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf dalam sambutannya mengatakan untuk capai cakupan kesehatan semesta atau Universal health Coverage (UHC) sudah mencapai 98 persen.
“Segera tuntaskan dua bulan lagi untuk ASN, THL (Tenaga Harian Lepas), atau semua mitra dari Pemerintah Kota seharusnya dipastikan bahwa mereka mendaftarakan pegawainya dalam BPJAMSOSTEK,” ujarnya.
Walkot menyampaikan perlu adanya peningkatan kepesertaan BPJAMSOSTEK di Kota Pasuruan dengan menjadikan jaminan masa depan sebagai isu utama yang sama penting dengan BPJS Kesehatan.
“Kita perlu punya target, kalau bisa di akhir tahun ini ada peningkatan 10 persen atau tahun depan menjadi 70 persen,” katanya.
Saifullah ingin memastikan bahwa pekerja terutama sektor informal mendapatkan perlindungan yang sama selama mereka bekerja, mengingat berbagai kelompok pekerja baik sektor formal ataupun informal dalam setiap pekerja memiliki beban risikonya masing-masing.
“Bagaimana Kota Pasurusn bisa menjadi contoh. Perlu dipikirkan strateginya, apakah kita bisa bekerjasama dengan Dinsos, Disnaker, dan DiskopUKM kita cover BPJAMSOSTEK juga BPJS Kesehatannya,” pungkasnya. (Dwi.foto.dok. Pemkot Pasuruan)
