Kutim,gpriority-Senin (31/1/2022) Pemerintah Kabupaten Kutim bersama PT.Kaltim Prima Coal (KCP) menggelar prosesi pemindahan potongan truck Liebherr T282 menuju Bukit Pandang.
Nampak hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Anggota DPRD KutimAlfian Aswad, Sayid Anjas, David Rante, Yordhen Ampung Manger External Relation, Ketua PERHAPI Kutim Muhammad Rizal, Ketua Pelaksana Teknis Ikon Tambang Perhapi Agus Siswanto, Sekretaris Dinas Pendidikan Irma Yuwinda.
Manger External Relation Yordhen Ampung mengatakan, kegiatan itu adalah tonggak sejarah dalam membangun Ikon Tambang di Kutai Timur (Kutim).
“Patutlah kita semua berbangga karena sudah menjadi bagian sejarah berdirinya ikon tambang ini,” ujar Yordhen.
Menurut Yordhen, semua rangkaian bisa terlaksana berkat kerja keras tim ikon tambang. Mengingat project itu melalui perjuangan yang cukup panjang. Yakni, mulai daei meminta izin kepada pemerintah pusat. Sebab, barang tersebut (truck) termasuk dalam aset milik negara.
“Prosesnya perizinannya memakan waktu empat tahun. Namun dengan perjuangan dan komitmen yang gigih dari Ketua Tim Ikon Wabup Kasmidi Bulang dan PT KPC akhirnya bisa mendapatkan izin,” bebernya.
Ditambahkan, Ikon Tambang itu merupakan sinergitas PT KPC dan Pemkab Kutim dalam rangka menciptakan wisata alternatif dan membantu menciptakan potensi-potensi wisata.
“Kami berharap ikon tambang ini, bisa dimanfaaatkan sebaik mungkin dan dapat mendongkrak sektor wisata di Kutim,” harap Yordhen.
Sebagai Ketua Tim Ikon, Wabup Kasmidi Bulang dalam kesempatan tersebut menjelaskan terkait perlunya mendapatkan rekomendasi dari pemerintah pusat, karena aset yang diserahkan kepada pemerintah daerah bernilai di bawah Rp 50 miliar, terlebih dahulu harus ditandatangani Presiden.
“Dan perlu diketahui truk ini bernilai Rp 40 miliar. Dan pastinya Truck yang kita terima hanya ada di Kutim. Karena request (permintaan) khusus dari Pemda. Untuk itulah kita harus berbangga karena bisa mendapatkannya,” ucap pria yang akrab disapa KB ini.
Ditambahkan Kasmidi, truck Liebherr T282 itu bukan alat yang sudah rusak. Kebetulan saja di assembly di belah untuk bisa dimobilisasi. Namun alat ini akan dipasang kembali seperti normalnya. Sehingga engine-nya bisa menjadi edukasi buat anak-anak dan menjadi tempat wisata alternatif.
Terkait Bukit Pandang yang dipilih, dirinya meyakinkan untuk tidak usah ragu kekuatannya untuk menampung bobot truk seberat 237 ton ini, karena sudah dilakukan kajian oleh PT KPC sebelumnya oleh tenaga ahli.
“Insya Sllah, tempat ini (Bukit Pandang) layak untuk ditempatkan ikon tambang,” ujar Kasmidi.
Lebih jauh orang nomor dua di Pemkab Kutim ini berharap, tidak ada kendala dalam proses pengerjaannya truck raksasa tersebut. Sehingga bisa tepat waktu.
Di akhir sambutan, Kasmidi mengucapkan terima kasih dan juga memberikan apresiasi serta penghargaan kepada semua tim, khususnya PT KPC dan tim ikon tambang yang terjun langsung sehingga truck itu bisa diletakkan di Bukit Pandang.(Hs.Foto.dok.pribadi)
