Jakarta,GPriority.co.id – Tugas Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan dikatakan belum selesai jika para pihak terkait tidak menjalankan atau memenuhi rekomendasi dari hasil laporan tersebut.
Menurut salah satu rekomendasi TGIPF, secara tegas diungkapkan bahwa kompetisi sepakbola Indonesia yang bernaung di bawah PSSI baik Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak akan bisa bergulir sebelum terjadi perubahan di dalam PSSI.
“Untuk menjaga keberlangsungan kepengurusan PSSI dan menyelamatkan persepakbolaan nasional, pemangku kepentingan PSSI diminta untuk melakukan percepatan Kongres atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan PSSI yang berintegritas, profesional, bertanggungjawab dan bebas dari konflik kepentingan,” bunyi salah satu rekomendasi TGIPF untuk PSSI.
Dalam hasil penyelidikan TGIPF, menyatakan bahwa PSSI telah lalai dalam menyelenggarakan kompetisi yang aman sesuai dengan standar keamanan FIFA hingga menyebabkan 135 orang meninggal dunia dan ratusan korban luka-luka lainnya.
Anggota TGIPF Akmal Marhali mengatakan bahwa pihak PSSI seharusnya menjalankan seluruh rekomendasi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan menekankan jika tidak dijalankan jangan harap kompetisi liga bisa bergulir.
“Harapan kami rekomendasi dijalankan. Dalam rekomendasi jelas, pemerintah tak memberi izin penyelenggaraan liga,” kata Akmal, Kamis (27/10).
Bunyi rekomendasi TGIPF tentang izin pertandingan Liga Indonesia:
“Pemerintah tidak akan memberikan izin pertandingan liga sepakbola profesional di bawah PSSI, yaitu Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 sampai dengan terjadinya perubahan dan kesiapan yang signifikan oleh PSSI dalam mengelola dan menjalankan kompetisi sepakbola di tanah air. Adapun pertandingan sepakbola di luar Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 tetap berlangsung dengan memperhatikan ketertiban umum dan berkoordinasi dengan aparat keamanan.”
Akmal menambahkan, sementara waktu ini semuanya bergantung pada respon dan keputusan PSSI untuk menjalankan rekomendasi TGIPF. (Hn.)
