Kolaborasi Bersama TNI, Kementerian ESDM: Dorong Pemerataan Energi di Daerah 3 T

Jakarta,GPriority.co.id-Kementerian Energi Sumber Daya Mineral mendorong pemerataan energi serta pemanfaatan energi terbarukan di daerah 3 T yakni, wilayah terluar, terdepan dan tertinggal.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menandatangani nota kesepahaman dengan TNI tentang Koordinasi dan Kerja Sama Dalam Rangka Mendukung Tugas dan Fungsi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Tentara Nasional Indonesia di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta pada Rabu (14/12/2022).

Nota Kesepahaman ini merupakan wujud kolaborasi dan menjadi acuan bagi kerja sama di sektor ESDM, seperti pendampingan kegiatan, fasilitas dan/atau infrastruktur bidang energi dan sumber daya mineral, pengamanan dan pemanfataan energi baru terbarukan dan sumber daya mineral, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Mengingat hal tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan Kerjasama ini menjadi penting karena adanya tantangan ketika memasok energi di pelosok daerah.

“Kita sudah dilakukan survei detail di lapangan, bahwa untuk dapat mencapai lokasi yang dituju bukan hal yang mudah, perencanaan, persiapan kemudian tinjauan awal dari lapangan kondisinya seperti apa. Kita punya target sisa untuk melistriki 90 desa, itu sebenarnya memang sudah menjadi target kita. Keamanan harus kita perhatikan dulu, kita mulai dulu yang bisa kita selesaikan dengan aman,” ujar Arifin.

Selain itu, Arifin menyarankan agar pemanfaatan sumber energi terbarukan agar bisa menjadi permanen dan di manfaatkan oleh masyarkat di wilayah terisolir.

“Jika di sana ada sumber-sumber energi baru terbarukan, seperti air, bisa kita pasangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), supaya lebih permanen lagi. Kita harus memikirkan yang lebih permanen,” tutur Arifin.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Andika Perkasa mendukung upaya pemerataan listrik di daerah terisolir salah satunya Papua.

Misi untuk melistriki masyarakat tidak berlistrik ini adalah misi Pemerintah untuk membuat masyarakat di Papua, saudara-saudara kita ini, dapat menikmati listrik seperti saudara-saudaranya yang lain menikmati sarana media yang lebih bagus, karena itu jangan tidak membantu secara penuh,” tegas Andika.

Adapun, Andika menyarankan agar anggota TNI juga diberikan bekal/pelatihan pemeliharaan SPEL dan APDAL tanpa harus selalu memberatkan teknisi PLN dan teknisi kementerian ESDM jika ada kerusakan.

“Maintenance yang kecil-kecil itu kejauhan kalau diperbaiki oleh PLN. Jadi selain training masyarakat, training anggota kami yang paling dekat, karena siapa tahu bisa dilaksanakan oleh mereka untuk perbaikan SPEL atau APDAL yang rusak, tidak usah menggerakkan yang jauh-jauh dari PLN.” Jelas Andika.(Da.Foto.HumasKementerianESDM)