Penulis : PD/ADV | Editor : Lina F | Sumber Foto: PD
Ciloto,Gpriority – Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT menutup acara Oil and Gas Vocational Training Graining bagi 30 anak putra putri terbaik Kabupaten Teluk Bintuni di Petrotekno Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat,Rabu(15/3/2023).
Oil dan Gas Vocational Training Program 2021 – 2023 merupakan kerjasama antara Petrotekno,BP Tangguh,SKK Migas dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat.
Presiden Directur Petrotekno,Hendra Pribadi dalam sambutanya menuturkan,Petrotekno sebagai lembaga pengembangan SDM yang sudah berkarya lebih dari 15 tahun dalam membina tenaga migas Indonesia,pihaknya sudah memberikan yang terbaik dalam pengelolaan program Oil dan Gas Vocational Training yang telah berlangsung selama 18 bulan di fasiltas Petrotekno di Ciloto.

Ini merupakan program kepedulian aktif dari pemerintah pusat melalui SKK Migas,Pemda Teluk Bintuni dan BP Tangguh dalam percepatan SDM di Kabupaten Teluk Bintuni yang berkompeten untuk berkarya di Migas.
“Para lulusan akan menerima sertivikasi baik nasional maupun internasional.Namun yang terpenting adalah selama 18 bulan para peserta telah dapatkan pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa membuat putra putri terbaik ini siap operasikan fasilitas Migas dalam Negeri maupun Luar Negeri”

Pesan kami,Perjuangan ade ade di dunia professional baru saja dimulai,hidup kadang ada naik dan turunya seperti yang kalian alami selama 18 bulan di tempat ini,dimana kalian berjuang tiada henti dan tiada kata menyerah dan pada akhirnya berhasil.Kalian tidak boleh berhenti berjuang dan meyerah karena pada akhirnya kalian akan berhasil”ujar Hendra Pribadi
Sementara itu,Bupati Teluk Bintuni,Ir.Petrus Kasihiw,MT mengatakan,Kabupaten Teluk Bintuni merupakan daerah Migas sehingga momen hari ini sangat penting dan bahagia.Karena putra dan putri Bintuni yang hari ini telah lulus sudah 18 bulan mengikuti pendidikan di Ciloto dan akan menjadi terdepan serta pioner sehingga akan menghadirkana keterampilan di dunia Migas.
Menyiapkan tenaga kerja merupakan suatu keharusan agar bisa menyamput pasar kerja.Karena ketika kita tidak siap,dan saat masuk industry industry Migas,maka niscaya kita jadi penonton.Untuk itu perlu menyiapkan payung sebelum hujan karena pasar kerja datangnya tidak diduga.
“lalu apakah Pemda Bintuni gagal menyiapkan SDM?saya kira tidak,karena seandainya Alumni P2TIM dan dari Ciloto gagal,maka untuk apa buang anggaran dan untuk apa ade ade tingalkan Bintuni untuk ikut pendidikan di Ciloto.Pertama harus rubah cara pandang anak anak Papua bahwa kita bisa bersaing dengan saudara saudara dari luar Papua”tegas Bupati.
Lebih lanjut dikatakan Bupati,Pemda Bintuni dan Petrotekno selalu berjuang menacri pasar kerja bagi lulusan.Kalau hari ini ada yang belum kerja,itu hal yang wajar sehingga jangan kecewa.
Kami tidak mengangap ade ade setelah lulus lalu ditinglakan,tidak,karena kalian adalah aset aset Bintuni dan kami akan ikuti terus perkembangan kalian sehingga dimana ada pasar kerja,maka akan ditempatkan”
