Dapat Pelatihan Kerja, WBP Produktif dan Terampil

Penulis : Agustin Effendy | Editor : Haris | Foto : Agustin Effendy

Parepare,GPriority.co.id — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare
yang mendapat pelatihan kerja dimitra mitra pelatihan Lapas Kelas II A Kota Parepare sudah menghasilkan karya dan mereka sudah mampu bekerja.

Seperti yang terlihat pada pelatihan kerja di usaha meubel jepara dan mimbar masjid kaligrafi mitra Lapas kelas IIA Kota Parepare yang mempekerjakan warga binaan Lapas

Kemampuan warga binaan lapas ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. Liberti Sitinjak.

Ia menilai kreatifitas WBP yang ada di Lapas dan Rutan harus terus ditingkatkan agar mereka memperoleh keterampilan.

“Kita berharap ketika mereka bebas nantinya, mereka dapat mengembangkannya ke dunia usaha dan menjadi modal mereka untuk memperoleh penghasilan,” Ungkap Liberti.

Kepala Lapas Parepare, Totok Budiyanto Amd.Ip. SH. mengakui, hasil dari kreatifitas WBP ini merupakan pembinaan keterampilan yang dilaksanakan di Lapas Parepare.

“Pelatihan yang mereka peroleh, agar narapidana lebih memiliki skill dan lebih mengikuti perkembangan pengetahuan,” ungkap Totok.

Dikatakanya, hal ini selaras dengan tujuan pemasyarakatan yaitu Membentuk WBP menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi kembali tindak pidana, dan diterima kembali dilingkungan masyarakat, aktif dalam pembangunan, dan hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

Program pembinaan kemandirian kerja ini, warga binaan diberikan terlebih dahulu pelatihan keterampilan kerja dan produksi.

Program ini dikerjasamakan dengan beberapa instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, Lembaga Pelatihan Kerja YPA Handayani, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas di Pangkep serta Kemitraan lainnya.

“Lapas Parepare menyediakan sarana dan prasarana bagi warga binaan untuk menyalurkan minat dan bakatnya sehingga meskipun di dalam Lapas, mereka dapat meningkatkan skilnya,” ungkap Totok. 

Untuk kegiatan kerja Meubeler di Lapas Parepare, merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan pihak ketiga (UD. JJF (Jember Jaya Furniture) Kota Parepare. pihak Lapas melalui WBP diberikan ongkos kerja yang tergantung model/jenis barang yang dikerjakan yang nilainya mencapainrarusan ribu per unit barang.

Selain pembinaan kemandirian. Lapas Parepare juga mengadakan pelatihan Perkayuan, Finishing Meubeler Jepara dan fornitur, Pertanian, perikanan dan perkebunan, Pangkas Rambut atau Babershop, Pengelasan dan Bengkel kerja serta Laundry.