Bikin Geleng-geleng, Harga Tanah di Menteng Tembus 150 juta per Meter

Penulis : Dimas | Editor : Haris | Foto : Istimewa

Jakarta,GPriority.co.id-Kawasan Menteng menjadi salah satu lokasi elit di Jakarta Pusat yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena tingginya harga properti seperti rumah dan tanah dari tahun ke tahun.

Melansir CNBC Indonesia, dikatakan pada 2010 lalu harga tanah 20 juta/m2 kini melambung hingga 100 juta.

“Harga properti di Menteng 2010 itu 20 juta/m2, sekarang Rp 100 juta, berarti naik 5x lipat dalam 13 tahun. Singapura dari 10 tahun lalu sampai sekarang harganya sama aja segitu, kan sudah mentok,” sebut pemilik PT Panangian Simanungkalit & Associates, Panangian Simanungkalit dikutip, Selasa (2/5).

Sementara itu di Indonesia, harga tanah dan nilai jual objek pajak (NJOP) terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sorotan paling terlihat ke kawasan strategis seperti Menteng dan sekitarnya.

“Ada yang Rp 150 juta/m2 sekitar Dipenogoro, Teuku Umar masih ada, tapi rata-rata Rp 100 juta/m2. Dipenogoro sama Teuku Umar udah dua jalan itu aja. Tapi sebagai residensial, Teuku Umar lebih sepi, lebih nyaman. Teuku Umar paling top lah,” ungkap Panangian.

Lebih dari itu, harga tanah di Indonesia bisa terus naik bahkan berkali-kali lipat dari yang ada saat ini. Sedangkan harga tanah di Singapura tetap bisa terkontrol.

“Jadi tanah di Indonesia bisa gak Rp 1 miliar/m? Bisa. kalau Singapura mandek dari dulu harganya segitu-gitu aja. Saya 91 kuliah di NUS, Profesornya pernah ngomong sama saya, harganya udah turun, naik lagi. Indonesia belum pernah turun,” pungkas Panangian.

Adapun, Pemerintah Singapura memang berupaya mengontrol harga properti agar tidak terbang. Salah satunya dengan menaikkan pajak atas pembelian properti dengan menggandakan bea materai bagi orang asing menjadi 60%. Hal ini dimaksudkan untuk ‘mendinginkan’ pasar properti yang harganya kian melonjak.