Butuh Kolaborasi Dalam Pemenuhan Air Bersih di Manggarai

Penulis : ARS/Ponco | Editor : Lina F | Foto : Diskominfo Manggarai

Ruteng, Gpriority.co.id – Air bersih masih menjadi persoalan di Kabupaten Manggarai, NTT. Atas dasar itu diperlukan sinergitas dan kolaborasi untuk mengatasi hal tersebut.

Saat menerima Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) yang hendak melakukan monitoring program Water For Women Project selama dua hari di kabupaten Manggarai, Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit,SE.,M.A, pada rabu (10/05) mengungkapkan bahwa Water For Women untuk air bersih karena memang kaum perempuan menjadi bagian paling susah atau sulit karena ketiadaan air bersih.

“Biasanya yang bertanggung jawab di rumah supaya air tersedia itu ibu-ibu. Untuk itu ketersediaan air bersih merupakan beban bagi kaum perempuan,” ujarnya seperti dikutip dari laman Pemkab. Bupati menjelaskan pemerintah pusat, Provinsi, kabupaten dan desa sudah melakukan banyak hal tetapi masih belum bisa melayani kebutuhan akan air bersih bagi seluruh masyarakat. Tantangannya, sebutnya, seperti akses, topografi, perubahan iklim yang menyebabkan sumber air banyak berkurang baik dari jumlah maupun debit air.

Ditambahkannya, dari sisi pemerintah, bisa saja pemerintah mengerjakan sendiri tetapi tentu hasilnya tidak optimal dalam banyak hal. Namun ketika bekerja sama dengan pihak lain di luar pemerintahan, maka pemerintah daerah merasa perlu ada partner yang menguatkan “Kita saling menguatkan dan pada titik tertentu, kita saling memberikan masukan,” imbuhnya.

Bupati Herry pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada yayasan Plan Internasional Indonesia yang sejak tahun 2018 sudah hadir di Manggarai untuk melakukan dan membantu banyak hal terutama terkait air bersih untuk masyarakat Manggarai. Pihak Pemkab, sambungnya, sangat menghargai YPII untuk bersedia lebih lama lagi di kabupaten Manggarai.

“Saya berharap apapun yang kita laksanakan dalam keterbatasan yang kita miliki, semua masyarakat Manggarai akan terlayani dengan baik dari sisi akses maupun kualitas air yang akan dikonsumsi,” tandasnya.

Sebagai informasi, sejak tahun 2018, Plan Indonesia melalui Plan Australia mendapatkan kepercayaan untuk melakukan kegiatan ini di kabupaten Manggarai, kota Kupang dan kabupaten Sumbawa di Provinsi NTB.