Perluasan TPA Sarimukti Jawaban Atas Over Kapasitas

Penulis : Ponco/dbs | Editor : Lina F | Foto : Bappeda Jabar

Bandung, Gpriority.co.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti telah mengalami over kapasitas. Terkait itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bermaksud memperluas TPA Sarimukti serta menambah jumlah alat berat untuk pengangkutan sampah.

Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, TPA Sarimukti akan diperluas sekitar enam hektare agar bisa menampung sampah yang kini sudah over kapasitas. “TPA Sarimukti saya putuskan untuk segera diperluas sekitar enam hektare,” ujar Gubernur seperti dilansir laman Pemprov.

Dijelaskannya, perluasan TPA Sarimukti akan menggunakan lahan yang sudah ada di lokasi sehingga tidak perlu lagi pembebasan lahan. “Bukan pembebasan (lahan) karena sudah ada alokasi lahannya cuma belum dikonstruksi. Jadi seperti cadangan yang akan dipakai,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

Selain perluasan, sejumlah alat berat juga akan diperbaiki untuk menunjang kelancaran proses pemindahan sampah. “Dalam hitungan hari atau minggu ini, ditambah dengan perbaikan alat berat diharapkan dalam hitungan hari sudah lancar lagi,” tandasnya. Sebagai informasi, pasca libur Idulfitri 1444 Hijriah, sampah di TPA Sarimukti melonjak tajam hingga 15 juta ton, bahkan masih ada sampah yang belum terangkut di empat wilayah yang memanfaatkan TPA Sarimukti, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Padahal dengan lahan yang terpakai di TPA Sarimukti seluas 25 ha hanya memiliki daya tampung dua juta ton per hari. Melalui perluasan TPA yang berada di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tersebut diharapkan persoalan sampah di wilayah Bandung Barat segera terselesaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi mengungkapkan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah yang terjadi, mengungkapkan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung adalah menambah armada alat berat. Sebab, dengan alat berat bisa mengangkut sampah selama satu jam. Sedangkan jika manual bisa mencapai 2-3 jam. Karenanya, pada APBD perubahan atas arahan dari Plh Wali Kota Bandung Ema Sumarna, DLHK akan menambah loader baru yang akan mempercepat proses pengangkutan sampah.

“Ada 2 loader yang disetujui Pak Plh Wali Kota. Idealnya ada enam loader,” katanya seperti dilansir laman Pemkot. Upaya lain persoalan tumpukan sampah di TPA Sarimukti diungkapkan Kepala UPTD PSTR DLHK Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana ialah dengan memperpanjang jam operasional pengangkutan sampah. Diterangkan Arif, dari yang semula pukul 05.00-18.00 WIB, berubah menjadi pukul 05.00-21.00 WIB.