Niat Puasa Tarwiyah dan Keutamaannya

Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : NU Online

Jakarta,GPriority.co.id- Dalam siaran resmi PB NU beberapa waktu yang lalu, Pemerintah menetapkan bahwa Idul Adha jatuh pada Kamis (29/6) itu berarti puasa Tarwiyah yang jatuh pada 8 Dzulhijjah akan dilaksanakan pada Selasa (27/6), Sementara Muhammadiyah yang melaksanakan Idul Adha pada Rabu (28/6) akan melaksanakan Tarwiyah pada Senin (26/6).

Menurut Ustadz Marwansyah Munir yang dihubungi via WhatsApp pada Rabu (21/6), puasa Tarwiyah memiliki keutamaan menghapus dosa setahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).

Lantas bagaimana niatnya? Dilansir dari laman NU, niat puasa Tarwiyah adalah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”

Dalam laman resmi NU, disebutkan bahwa niat puasa Tarwiyah boleh dilakukan pada pagi hari hingga waktu Dzuhur tiba. Syaratnya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.