Penulis: Dimas | Editor: Lina F | Foto: Risma
Jakarta,GPriority.co.id-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini tengah memfokuskan diri perihal investasi khususnya industri sebagai daerah penyangga Ibukota Negara (IKN) Nusantara.
“Kita fokus industri ke IKNnya, karena Kaltara sebagai penyangga (IKN Nusantara), mengingat Kaltara SDAnya sangat luar biasa tetapi belum bisa banyak dikelola,” ujar Kepala DPMPTSP Kaltara Ferry Ferdinand ditemui GPriority di sela acara Pre Event ALKI II Zone Invesment Forum 2023 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (22/6).
Sebagaimana diketahui, IKN Nusantara terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dimana Provinsi Kaltara menjadi salah satu penyangga ibukota negara tersebut.
Ferry mengaku bersama pihaknya akan bekerja keras guna memenuhi target investasi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Ia menyebut target tahun ini meningkat tiga kali lipat yakni sebesar 29,9 triliun.
“Kita akan genjot kembali tahun ini karena diminta tiga kali lipat, 29,9 triliun, tahun kemarin hanya 9 triliun. Ini mudah-mudahan lebih dari 200 persen, kedepan akan sangat luar biasa karena kehadiran IKN,” sebutnya.
Adapun Ferry menyambut baik rencana gelaran event ALKI II Zone Invesment Forum 2023 pada Oktober mendatang.
Ia menuturkan potensi besar yang berada di Kawasan ALKI II menjadi penting untuk memenuhi target pemerintah dalam hal investasi.
“Adanya kegiatan ini (ALKI II Zone Invesment Forum 2023) sangat berkesinambungan ada benang merahnya, jadi kita memang harus bersinergi di provinsi di kawasan ALKI II ini,” imbuhnya.
Perlu diketahui, ALKI II Zone Investment Forum 2023 merupakan forum pertemuan, pengembangan dan penguatan ekonomi kawasan ALKI II dan mendukung IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan ALKI II dan memperkenalkan budaya nusantara kepada dunia.
Terdapat 11 Provinsi yang masuk kedalam Kawasan ALKI II diantaranya, Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
