Benarkah Hidup Slow Living Cuma Buat Orang Banyak Duit? Begini Penjelasannya

Penulis : Aflaha Rizal Bahtiar | Editor : Lina F | Foto : unsplash.com

Jakarta, Gpriority.co.id— Pernahkah kamu mendengar kata slow living atau hidup santai? Mungkin kamu mendengar definisi hidup santai ini cuma buat orang yang hidupnya banyak duit atau yang punya privilege yang hidup di keluarga makmur.

Tapi, benarkah demikian? Mengutip dari The Good Trade, hidup santai atau slow living lebih menekankan pada gaya hidup yang lebih berhati-hati saat menjalani kehidupan sehari-har. Paling tidak, apa yang dihargai dalam hidup dan menyusun rencana berdasarkan waktu.

Hal itu diungkaap oleh Carl Honore, dalam bukunya yang berjudul n Praisse of Slowness yang terbit pada tahun 2004. “Prinsip utama dari filosofi lambat adalah meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu dengan benar, dan demikian lebih menikmatinya.”

Alih-alih hidup berambisi dan lebih produktif, hidup santai justru melaju sebagaimana seseorang menghargai waktu dan menikmati hidup. Dengan konsep tersebut, ini dilakukan paling tidak seseorang dapat terhubung kembali dengan hobi kesukaannya, alam, dan juga diri sendiri.

Tentunya, hidup lambat tidak seperti orang pada umumnya, bukan berarti pemalas dan tidak mau bekerja. Apalagi tidak memiliki semangat hidup.

Pentingnya hidup slow living

Belakangan konsep hidup slow living diungkap oleh salah satu artis Lulu Tobing, yang diunggah lewat video YouTube Melanie Ricardo pada Senin (10/7). Meski konsep gaya hidup santai sudah lama dibicarakan, Lulu mengungkap dirinya merasa tidak punya ambisi dan tidak merasa kompetitif.

“Gue benar-benar hidup gue slow banget ya. gue nggak kompetitif orangnya, gue tidak ambisius, gue slow banget. Seumur-umur nggak punya ambisi jadi gue cuman go with the flow,” ungkap Lulu Tobing.

Ada alasan mengapa gaya hidup santai disebut penting. Disebutkan konsep ini dapat membantu seseorang menemukan lebih banyak makna dan kesenangan dalam aktivitas sehari-hari. Tak hanya itu, gaya hidup sehat juga berhubungan dengan hidup santai, mulai dari pola makan hingga hubungan dengan keluarga.

Lebih lanjut, Honore mengungkap gaya hidup santai akan hidup selaras antara manusia dan alam, yang dapat membuat keputusan yang bermanfaat untuk kesehatan serta kesejahteraan.

https://www.pramborsfm.com/lifestyle/gaya-hidup-slow-living-benarkah-hanya-untuk-orang-kaya-saja