Lewat Program Readsi, Distanak Sultra Sasar Petani Miskin

Jakarta, GPriority.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan mengoptimalkan program unggulan Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative atau Readsi.

“Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga tani miskin melalui pemberdayaan rumah tangga di pedesaan, termasuk pemanfaatan sumber daya demi peningkatan pendapatan di sektor pertanian dan non pertanian,” kata Kepala Distanak Sultra, Dr. La Ode Muhamaad Rusdin Jaya, S.IP., M.Si dalam keterangan resminya dikutip, Minggu (4/2).

Kadis La Ode menjelaskan jika program unggulan menyasar ke beberapa kriteria petani terutama petani miskin. Ia berharap melalui program tersebut, para petani di Sultra dapat Sejahtera terutama membatu memaksimalkan ketahanan pangan.

“Tentunya terus menggenjot pelaksanaan program dan kegiatan lain,” tuturnya.

Adapun Distanak Sultra berhasil meraih penghargaan sebagai Dinas dengan kinerja keuangan terbaik dalam implementasi Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative atau Readsi.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada Kadis Distanak Sultra, Dr. La Ode Muhamaad Rusdin Jaya, S.IP., M.Si. di Kendari, Jumat (2/2).

“Prestasi ini merupakan pemicu bagi kita untuk terus bergerak dan hadir di tengah petani sebagaimana arahan Bapak Pj. Gubernur beserta Sekda, dan tentu saja dengan terus menggenjot pelaksanaan program dan kegiatan lain yang muaranya dapat mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) OPD kami,” kata Kadis La Ode dikutip laman resmi Sultra, Minggu (4/2).

Untuk diketahui, sasaran penerima manfaat Program READSI adalah Petani, dengan kriteria termasuk:

1. Petani miskin yang memiliki lahan untuk kegiatan usaha tani da secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan ekonomi di sektor pertanian yang didukung oleh READSI;

2. Petani aktif yang akan bertindak sebagai “agen perubahan”, yang mempunyai potensi untuk memotivasi petani lainnya dalam meningkatkan penghidupannya;

3. Petani yang tidak memiliki lahan dan petani pemilik lahan sempit yang potensial untuk mengembangkan sumberdayanya sebagai sumber pendapatan keluarga;

4. Kepala keluarga perempuan yang aka difasilitasi oleh program dalam upaya pengembangan usaha tani lahan pekarangan, nonfarm, perbaikan gizi, dan pengelolaan keuangan.

Foto: Pemprov Sultra