Kendari, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan hasil nilai inflasi per Januari 2024. Dilaporkan, nilai inflasi Sultra turun yang awalnya 3,7 persen menjadi 2,46 persen.
“Mendagri bahwa inflasi Sulawesi Tenggara dibandingkan dengan inflasi nasional tentu sudah cukup turun yang awalnya tercatat di tahun 2023, diangkah 3,7 persen, kemarin Januari 2024 tingkat inflasi kita dibawah rata-rata Nasional yakni Inflasi YoY sebesar 2,46 persen,” kata Asisten II Setda Sultra, Wa Ode Ichsana Maliki usai mengikuti rakor pengendaliaan inflasi Daerah Kemendagri secara virtual, Senin (12/2).
Wa Ode menyampaikan ada beberapa komoditas yang saat ini masih tetap menjadi penyumbang inflasi antara lain beras, jagung dan cabai.
Selain itu, Bapanas juga telah menyampaikan saran bahwa untuk Pemda harus mewaspadai cuaca ekstrim.
“Kedepannya La-nina yang harus kita jaga, jadi TPID bersama-sama untuk selalu berupaya mengindentifikasi sumber-sumber yang bisa menyebabkan terganggunya siklus pada ketersediaan stock kita,” tuturnya.
Sementara itu, dalam rakor tersebut Mendagri, Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional di bulan Januari 2024 adalah 2,57 persen (y-o-y).
Lalu, Tito menyebut target inflasi di tahun 2024 ini yakni 2,5±1 persen, tertinggi 3,5 persen dan terendah 1,5 persen.
“Ini merupakan angka yang baik karena menurun dibanding inflasi Desember 2023 2,61 persen,” ungkapnya.
“Inflasi bulan ke bulan, Januari 2024 terhadap Desember 2023 yaitu 0,04 persen (m-t-m), ini menunjukkan inflasi relatif terkendali” jelas Mendagri .
Adapun komoditas penyumbang inflasi tertinggi pada Januari 2024 adalah beras.
“Selain itu ada juga komoditas jagung, bawang putih, dan gula pasir,” jelasnya.
Foto: Diskominfo Sultra
