Kendari, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya menjaga pasokan dan harga pangan jelang puasa (Ramadan) dan Idul Fitri 2024. Upaya tersebut diperkuat melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Jumat (8/3).
Rakor yang dipimpin langsung Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol. (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H ini menghasilkan 13 langka dalam pengamanan pasokan dan harga pangan jelang puasa dan IdulFitri 2024. Pertama, kata Andap laksanakan gerakan pangan murah untuk semua daerah.
“Kedua koordinasi dengan TPID dalam rangka kendalikan inflasi, Ketiga pantau harga beras ( induk, tradisional dan ritel modern) dan harga beras PHP tidak boleh lebih dari Het,” kata Andap dalam keterangan resminya dikutip, Sabtu (9/3).
Lalu, Andap melanjutkan, jaga kondusifitas sehingga terjaga dengan baik (dinamika politik) akan menjadi rawan ketika harga naik dan barang langka. Kelima, kata Andap, jaga pasokan bahan pokok penting.
“Keenam canangkan gerakan menanam tanaman komoditi penyumbang inflasi seperti cabai, sawi hijau tomat, Ketujuh laksanakan operasi pasar murah dengan dinas terkait;
Kedelapan, Andap mengatakan sidak ke pasar dan distributor serta himbau agar tidak menahan barang. Kemudian , kesembilan Andap menuturkan koordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan,
“Kesepuluh realisasikan BTT untuk dukung pengendalian inflasi, kesebelas berikan bantuan transportasi dengan gunakan anggaran dari APBD dan terakhir, bupati atau walikota laksanakan gerakan percepatan olah tanam dan tanam (Gertam) agar indeks pertanaman naik; dan Tigabelas setelah panen raya agar dapat melakukan pengamanan pasokan pangan untuk bulan-bulan sulit,” ucap Andap.
Foto: Pemprov Sultra
