Jakarta, GPriority.co.id – Kabar mengejutkan datang dari anak kedua Ridwan Kamil, Camillia Azzahra, yang mengumukan bahwa dirinya melepas hijab. Keputusannya ini ia umumkan melalui postingan di Instagramnya, @camilliazr pada Kamis (4/4) lalu.
Dalam postingan tersebut, gadis berusia 19 tahun itu bercerita tentang keputusannya yang melepas hijab, dengan alasan mencari jati diri.
“Hai semuanya. Setelah banyak pertimbangan dan diskusi yang sangat amat panjang dengan keluarga aku, aku memutuskan untuk melepas kerudungku,” tulisnya.
Gadis yang akrab disapa Zahra ini juga menegaskan, jika dirinya berkerudung kembali, maka harus datang dari keyakinan dirinya sendiri. bukan karena permintaan lingkungan atau orang lain.
“Ijinkan aku memulai perjalanan pencarian ini dengan caraku sendiri,” ujar gadis yang saat ini diketahui sedang menempuh pendidikan di Inggris.
Mendukung keputusan sang anak, Atalia Praratya juga memberikan dukungan. Senada dengan Zahra, Atalia juga menulis pesan haru di postingan Instagram yang ia unggah pada Jumat (5/4) kemarin.
“Insyaa Allah, saat mamah tidak ada, Allah yang akan memeluk dan menjagamu, akan senantiasa membimbing dan memberi petunjuk kepadamu. Be happy, zaa… the strongest girl that I ever met,” ungkapnya.
Meski keputusannya mengundang pro-kontra dari para netizen, Zahra nampaknya tak menggubrisnya. Namun, benarkah jika keputusan melepas hijabnya, karena Zahra terpengaruh dari lingkungan di luar negeri tempat ia sekarang menempuh pendidikan?
Memilih untuk menempuh pendidikan di luar negeri memang memiliki kelebihan tersendiri. Seperti dapat belajar budaya baru, belajar untuk lebih mandiri, meningkatkan kemampuan bahasa asing, membuka wawasan yang lebih luas, sekaligus dapat berwisata.
Menempuh pendidikan di luar negeri juga dapat menambah banyak relasi, dan yang paling terpenting, diklaim dapat memudahkan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Bagi para orangtua, memperbolehkan anak untuk memilih luar negeri dalam hal pendidikan, menjadi satu hal yang harus benar-benar dipertimbangkan.
Hal ini terkait dengan lingkungan dan orang-orang di negara maju yang memang lebih open-minded. Anak juga harus dibekali oleh ilmu agama dan keimanan yang kuat.
Apalagi saat usia anak sedang ingin beralih ke masa dewasa, dimana pikirannya lebih mudah untuk bergejolak dan terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Oleh karenanya, menempuh pendidikan di luar negeri tidaklah salah, namun bisa menjadi fatal apabila orangtua tidak benar-benar mengontrol anak ketika melepasnya untuk pergi jauh.
Foto : Instagram / @ataliapr & @camilliazr
