Bersama Mendagri, Pemprov Sultra Hadir di Rakor Inflasi Minggu ke-4

Kendari, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi minggu ke-4 secara virtual yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin (29/4).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian yang memimpin rapat tersebut menyampaikan, bahwa presiden memantau setiap rakor inflasi yang dilakukan, dan melakukan pengecekan langsung ke daerah-daerah secara berurutan.

Dalam hal ini, Tito juga menyampaikan kepada presiden bahwa harga komoditas yang perlu mendapat perhatian yaitu; daging ayam ras dan telur ayam ras, yang awalnya adalah permasalahan jagung.

“Jagung sebetulnya kita panen tapi masih tergantung kepada impor yang masih kering, meskipun panen raya itu masih dalam keadaan basah sehingga belum diterima oleh para peternak untuk menyerap panen jagung dan kemudian melakukan pengeringan cepat dan mendistribusikan kepada para peternak dalam waktu yang cepat, hal ini beribas pada harga telur ayam ras dan daging ayam ras yang dipastikan menurun,” tuturnya.

Selain itu, Tito menyampaikan saat ini harga komoditas beras sudah mulai menurun karena adanya panen di beberapa daerah sehingga sumber produksinya meningkat.

“Komoditas yang perlu perhatian adalah daging ayam ras dan telur ayam ras, yang mengalami kenaikan harga imbas dari kenaikan harga komoditas jagung,” ujarnya.

Kemudian, Tito menyebutkan di beberapa daerah mengalami kenaikan harga adalah komoditas bawang merah dan juga komoditas cabai.

“Inflasi kita di bulan Maret adalah 3,05% (y-o-y), naik dibanding bulan Februari yakni 2,75% (y-o-y). Hal tersebut imbas dari adanya bulan Ramadan dan Idulfitri, yang menyebabkan demand meningkat. Meskipun angka 3,05% masih cukup terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan data terkait tinjauan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat bulan April tahun 2024.

Berdasarkan data SP2KP pencatatan tanggal 22 s/d 26 April 2024 yang secara nasional, jumlah kab/kota yang mengalami kenaikan IPH pada minggu ke-4 April mengalami kenaikan dibandingkan pada Minggu sebelumnya.

Adapun jumlah kab/kota yang mengalami penurunan IPH pada minggu ke-4 April berkurang yakni di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kab Bombana dengan perubahan IPH -8,11 persen.

Disebutkan, perkembangan harga dari 20 komoditas terpilih pada minggu ke-4 April 2024 di Sulawesi Tenggara mengalami penurunan harga, hal ini ditandai dengan IPH sebesar -1,98, sehingga Sultra berada pada posisi 7 terendah dari 38 Provinsi.

Adapun Jajaran Pemerintah Provinsi Sultra yang mengikuti kegiatan ini, yakni Karo Perekonomian, Sekdis Ketapang, Staf Ahli Madya BPS, Perwakilan BI, Balai Karatina, dan Dinas terkait.

Foto: Pemprov Sultra