Jakarta, GPriority.co.id – Kecelakaan bus Putera Fajar pada Sabtu malam (11/5) kemarin, menewaskan 11 orang di Ciater, Subang, Jawa Barat. Oleh karena hal tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat bersama Polres Subang, menetapkan sopir bus bernama Sadira, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut ini.
Kecelakaan ini melibatkan siswa-siswi dari SMK Lingga Kencana Depok yang sedang melakukan perjalanan pulang setelah studi tour di daerah Subang. Selain itu, ada juga korban yang merupakan pengendara motor.
“Kami menetapkan bahwa tersangka dalam kasus kecelakaan ini adalah pengemudi bus Putera Fajar atas nama Sadira,” ucap Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Wibowo, pada Selasa (14/5), seperti dikutip pada laman Pikiran Rakyat.
Penetapan status tersangka ini berdasarkan keterangan yang diperoleh dari 13 saksi, dua diantaranya adalah saksi ahli. Sadira sebagai sopir bus dianggap lalai dalam mengemudikan kendaraan, hingga kecelakaan tersebut terjadi. Bus yang digunakan diketahui sudah tidak layak beroperasi.
“Sadira terbukti lalai, sudah jelas mobil dalam keadaan sudah rusak tak layak jalan tapi terus dipaksakan jalan. Hingga akhirnya bus tersebut mengalami kecelakaan dan menewaskan 11 penumpang dan 40 penumpang lainnya luka-luka,” ungkap Wibowo.
Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, Sadira mengaku bahwa sistem pengereman pada bus memiliki kendala, hingga menyebabkan bus terguling di tanjakan emen, Ciater, Subang.
Lebih lanjut, tersangka akan dikenakan Pasal 311 Ayat 5 Undang-Undang Lalu Lintas tahun 2009, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara serta denda sebesar Rp24 juta.
Sementara itu, Sadira mengaku bahwa sebelum perjalanan, montir bus telah mengecek kondisi bus. Sadira pun melanjutkan perjalanan setelah montir mengatakan jika kondisinya sudah aman.
“Sudah diperbaiki, sudah semua, saya sampai panggil montir, udah dicek, kata montir aman, ya saya lanjutkan,” jelas Sadira.
Sadira juga telah mengaku salah dan meminta maaf kepada pihak keluarga korban dari kecelakaan tersebut.
“Keluarga korban saya mohon maaf sebesar-besarnya. Karena kejadian ini semua pun tak ada mau. Ini Namanya musibah ya kan. Mohon maafkan saya yang telah tidak ada keluarganya pada saat saya bawa, yang terluka berat, atau ringan, atau meninggal. Saya mohon maaf ya yang sebesar-besarnya,” tuturnya.
Foto : Tajuk Politik
