Jakarta, GPriority.co.id – Terkait budget makan siang gratis yang dicanangkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo-Gibran senilai Rp7.500, Menko PMK, Muhadjir Effendy pun ikut berkomentar.
Muhadjir menilai, alokasi anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp7.500 per anak sudah cukup besar bagi beberapa daerah, mengingat harga bahan makanan berbeda-beda di setiap daerah Indonesia.
Lebih lanjut Muhadjir menyatakan, jika nilai tersebut tetap memenuhi standar gizi. Muhadjir juga telah memberikan masukan kepada Prabowo terkait program tersebut untuk tetap memenuhi standar 4 sehat 5 sempurna.
Disisi lain, usai isu terkait pemangkasan budget makan siang gratis ini beredar di media sosial, warganet pun beramai-ramai menyampaikan aspirasinya.
Bahkan ada juga yang menganggap jika lebih mahal budget untuk membeli makanan kucing.
“Ditawarin pendidikan murah malah pilih makan nasi kucing. Sama whiskas aja mahalan whiskas,” tulis pemilik akun Balee The Explorer di media sosial X.
“7.500 dapet apa? Nasi kucing? Udah tau ide makan siang gratis itu bakal sulit di jalankan karena biaya tetep aja pake ngide makan siang gratis,” tulis warganet lainnya di X.
“Mending gausah ada maksi gratis sih. Tapi anggaran dananya buat kependidkan, ekonomi, atau komunikasi gitu. Apalagi yang di pendidikan harus benar-benar diperhatikan. Sedih,” ungkap warganet lainnya yang merasa kecewa dengan isu yang beredar soal makan siang gratis.
Menanggapi berbagai kritik yang bermunculan, Gibran Rakabuming pun ikut buka suara. Dirinya justru menyebut jika akan ada uji coba makan bergizi gratis seharga Rp15 ribu di sekolah Kota Solo pada pekan depan.
“Kata siapa (dipangkas). Tunggu kepastian dulu, ya. Ditunggu, beritakan yang pasti. Tetap Rp15 ribu, belum ada kepastian penganggaran (pemangkas),” ujar Gibran pada Kamis (18/7) di Balai Kota Solo, seperti dilansir dari Antara.
Bahkan Gibran juga mengaku pihaknya telah menggandeng ahli gizi agar program makan siang gratis dan bergizi ini bisa tepat sasaran.
“Kepastiannya tunggu saja, kita libatkan ahli gizi. Besaran Rp15 ribu per orang saya rasa cukup ideal. Nanti jika ada masukan dari orang tua, murid, guru, monggo silahkan disampaikan ke kami,” jelas Gibran lebih lanjut.
Foto : Ilustrasi / Shutterstock
