Jakarta, GPriority.co.id – Jembatan Barelang, Batam, Kepulauan Riau, jadi viral usai di ruqyah akibat banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi di jembatan tersebut. Setidaknya, pada pertengahan tahun 2024 terjadi enam percobaan bunuh diri dan lima kematian di wilayah tersebut. Hingga akhirnya, masyarakat setempat pun merasa khawatir.
Untuk mencegah hal serupa terjadi, Yayasan An Nubuwwah Batam pun melakukan proses ruqyah pada 19 Juli 2024 lalu. Proses ruqyah ini dipimpin oleh Ketua Yayasan, Muhammad Candra P Pusponegoro Al Jubron Fahirro.
Ia memulai dengan salat hajat dan salat ghoib, serta menabur air yang didoakan di sekitar jembatan. Candra pun menekankan bahwa bunuh diri yang disebabkan oleh tekanan hidup, bukanlah solusi yang sesuai dengan ajaran agama.
Beberapa pasien yang diruqyah dilaporkan mengalami depresi dan halusinasi. Langkah preventif tersebut diharapkan dapat mengurangi kasus bunuh diri di Jembatan Barelang Batam.
Perlu diketahui, Jembatan Barelang Batam merupakan sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.
Dalam pembangunannya, jembatan ini menghabiskan waktu selama enam tahun, mulai dari 1992-1998. Jembatan Barelang Batam membentang sepanjang 54 kilometer. Jembatan Barelang juga merupakan salah satu ikon kota Batam.
Foto : Pariwisata Indonesia
