Jakarta, GPriority.co.id – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut bahwa masinis asal Indonesia telah berhasil mengoperasikan kereta cepat Whoosh hingga mencapai kecepatan 350 kilometer per jam.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa ini merupakan tonggak penting yang menandai kesiapan Indonesia dalam mengelola dan mengoperasikan teknologi kereta cepat secara mandiri.
“Momen ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan SDM Indonesia di bidang perkeretaapian. Pencapaian ini merupakan bukti berjalannya proses alih pengetahuan dari tenaga profesional Tiongkok kepada para SDM Indonesia berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Eva dalam keterangannya dilansir, Selasa (30/7).
Eva menjelaskan bahwa para masinis Indonesia kini telah mampu mengoperasikan kereta cepat Whoosh sepenuhnya tanpa hanya mendampingi, namun juga pada kondisi perjalanan tanpa penumpang dengan pendampingan dari para pengajar.
“KCIC akan terus meningkatkan program pelatihan dan transfer pengetahuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek operasional dan perawatan kereta cepat dapat dilakukan secara mandiri oleh tenaga kerja lokal,” tambahnya.
Untuk mendukung proses pelatihan ini, masinis Indonesia didampingi oleh penerjemah agar penjelasan dari masinis profesional Tiongkok dapat dipahami dengan baik.
“Lebih jauh lagi, agar SDM Indonesia bisa membagikan pengetahuan ini untuk meningkatkan kompetensi putra putri terbaik bangsa ke depannya,” jelas Eva.
Lebih lanjut, Eva menyebutkan bahwa dari total 72 masinis Indonesia, 39 telah memasuki tahap kedua dari proses pelatihan kerja. Pada tahap pertama, masinis Whoosh Indonesia melakukan observasi terhadap proses kerja masinis profesional.
“Memasuki tahap kedua, masinis Indonesia mulai mengoperasikan Whoosh pada saat langsir di Depo Tegalluar, kereta konfirmasi atau kereta yang beroperasi sebelum jam perjalanan pertama dari Halim-Tegalluar,” jelasnya.
Eva juga mengungkapkan bahwa terdapat total 600 pegawai lokal yang sedang mengikuti proses transfer pengetahuan di berbagai bidang seperti masinis, perawatan sarana, perawatan prasarana, operasional kereta, dan lainnya.
“Pencapaian ini adalah bukti nyata dari komitmen KCIC dalam mengembangkan sumber daya manusia lokal dan memastikan keberhasilan proyek kereta cepat Whoosh di Indonesia,” tutup Eva.
Foto: KCIC
